Faktor yang Mempengaruhi Pembelian Obat Malaria di Warung

Nizar, Muhamad • Taviv, Yulian • Sembiring, Terang Uli • Hakim, Lukman
Artikel jurnal Aspirator: Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor • Juni 2013 Indonesia

Abstrak

. Hampir 80% penduduk di Indonesia bertempat tinggal di daerah endemis Malaria. Sampai saat ini Annual Malaria Index (AMI) masih dilaporkan tinggi padahal sasaran Millennium Development Goal (MDG) menurunkan AMI menjadi 5 per 1000 penduduk tahun 2015 dan eliminasi malaria di Sumatera tahun 2020. Hasil Riskesdas 2007 menunjukkan suspek malaria yang memanfaatkan pelayanan kesehatan masih sangat rendah (< 2%); secara umum pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan sekitar 48,7%. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi pembelian obat malaria di warung. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji statistik chi-square dan regresi logistik terhadap variabel independen (umur, jenis kelamin, lama sakit, pekerjaan, dan tingkat pendidikan) dengan pembelian obat malaria di warung. Rancangan studi adalah cross sectional dengan kriteria inklusif: demam > 38°C, menggigil, ada keringat dingin, sakit kepala maupun nyeri otot atau splenomegali di 4 puskesmas selama Januari- April 2011. Dua ratus dua puluh sampel diwawancara: 53,2% responden ( > 40 tahun), perempuan lebih dominan (52,7%). Pada umumnya, responden bekerja (66,4%) dengan tingkat pendidikan rendah (81,8%) dan sakit < 4 hari (67,7%). Analisis menunjukkan faktor pekerjaan secara signifikan berhubungan dengan perilaku pembelian obat di warung (p = 0,003). Model faktor risiko yang mempengaruhi pembelian obat malaria di warung adalah jenis pekerjaan yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan rendah (p = 0,003; OR = 15,5%).

Metrics

  • 101 kali dilihat
  • 80 kali diunduh

Jurnal

Aspirator: Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor

Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Pangandaran, Jaw... tampilkan semua