Aplikasi E-Zakat Penerimaan Dan Penyaluran Menggunakan Fuzzy C-Means (Studi Kasus: LAZISMU Pekanbaru)

Eka Putra, Rudi Julian • Nurliana Nasution • Yummastian Yummastian
Journal article Digital Zone • 2015

Abstrak

Penyaluran zakat tepat sasaran adalah hal yang harus dilakukan. Salah satu cara yang dilakukan adalah membuat sebuah sistem penentuan kelayakan terkomputerisasi. Lazismu merupakan badan pengelola zakat yang akan diterapkan sistem tersebut dengan menggunakan metode Fuzzy C-Means sebagai pengelompokkan mustahik zakat. Ada lima indeks yang digunakan sebagai data masukan yaitu indeks keluarga; indeks keluarga II; indeks barang; indeks data keluarga; indeks keimanan. Setiap data masukan tersebut kemudian diolah menggunakan metode Fuzzy C-Means dengan langkah-langkah sebagai berikut identifikasi parameter; memperbaharui derajat keanggotaan; perhitungan fungsi objektif; memasukkan bobot penentu kelayakan. Hasil akurasi perhitungan terdapat 8 data yang benar dari 10 data uji coba atau 80%. Kata kunci: Fuzzy C-Means, Zakat Targeted distribution of zakat is the thing to do. One way to do is to make an eligibility determination computerized system. Lazismu is the governing body of zakat to be applied such a system by using Fuzzy C-Means clustering mustahik as zakat. There are five indexes that are used as input data ie the index family; index family II; the index of goods; index family data; index faith. Each of the input data is then processed using Fuzzy C-Means method with the following steps parameter identification; renew the degree of membership; calculation of the objective function; determinant of eligibility to enter the weight. The accuracy of the results of the calculation are 8 correct data from 10 trials of data or 80%.

Metrics

  • 56 kali dilihat
  • 43 kali diunduh

Jurnal

Digital Zone

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Digital Zone diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer Un... tampilkan semua