Efektivitas Ekstrak Buah Beta Vulgaris L. (Buah Bit) dengan Berbagai Fraksi Pelarut terhadap Mortalitas Larva Aedes Aegypti

Widawati, Mutiara • Prasetyowati, Heni

Abstrak

. Pengendalian vektor DBD banyak dilakukan dengan menggunakan insektisida nabati. Insektisida nabati dari ekstrak daun maupun buah tanaman yang mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, triterpenoid, dan polifenol dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian Ae. aegypti secara hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas larvasida dari ekstrak buah bit (Beta vulgaris L.) terhadap larva Ae. aegypti. Bahan yang digunakan buah bit (Beta vulgaris L.) yang bagian buah digiling dan dikeringkan hingga berbentuk serbuk. Serbuk kering sebanyak 800 g diekstraksi oleh 70% methanol dengan metoda perkolasi dengan sesekali pengadukan selama 3 hari. Ekstrak dipekatkan dengan menggunakan evaporator. Residu yang tersisa sebanyak 60g dilarutkan dengan aquades dan diekstraksi kembali dengan dietil eter, kloroform, dan etil asetat. Tiap fraksi ekstrak dikeringkan dengan natrium sulfat anhidrat dan pelarutnya didestilasi. Ekstrak tersebut diuji kualitatif untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya. Uji larvasida dilakukan dengan melarutkan tiap ekstrak dalam dimetilsulphoxide (DMSO) pada konsentrasi 0,1; 0,5 dan 1%. Larva yang digunakan yaitu larva Ae. aegypti umur tujuh hari. Kematian larva dihitung setiap hari selama tujuh hari untuk menentukan efek kontak. Pengujian dilakukan pada suhu 27 ± 1°C dengan merendam 25 larva di tiap konsentrasi ekstrak dengan volume 50 mL dan dilakukan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh selanjutnya di analisa dengan uji beda. Hasil penelitian menunjukan ekstrak buah bit mengandung senyawa flavonoid, alkoloid, sterol, triterpen, saponin dan tanin. Kematian tertinggi pada konsentrasi 1% pada ekstrak methanol yaitu 82,5%, sedangkan kematian terendah dengan konsentrasi 0,1% ektrak fraksi dietil eter. Ekstrak buah bit yang dilarutkan dalam berbagai fraksi pelarut belum efektif sebagai larvasida sampai pada konsentrasi tertinggi yaitu 1%. Ekstrak methanol dan pelarut polar dari buah bit memiliki daya larvasida yang lebih tinggi dibandingkan pelarut lain.

Metrics

  • 79 kali dilihat
  • 152 kali diunduh

Jurnal

Aspirator: Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor

Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Pangandaran, Jaw... tampilkan semua