Efek Imunomodulator Saliva Nyamuk Aedes Aegypti (L.) Terhadap Sistem Imun Manusia

Simangunsong, Alya Arimbi • Widawati, Mutiara

Abstrak

. Air liur nyamuk merupakan unsur penentu utama pada proses pengambilan darah manusia oleh nyamuk, liur nyamuk menunda respon hemostatis darah, masuknya liur juga dapat merangsang mekanisme pembentukan efektor inang, pada proses ini pula terjadi penularan beberapa jenis mikroorganisme. Dengan mengetahui bagaimana komponen liur dari nyamuk merangsang imun inang dapat membantu kita untuk memastikan mekanisme patogen dan berkembangnya penyakit di dalam tubuh. Sitometri alir digunakan untuk mendeteksi apakah peningkatan konsentrasi ekstrak kelenjar saliva (SGE) mempengaruhi pembelahan dan perkembangan sel dendritik dari tulang sumsum atau tidak, sedangkan untuk pengaruh SGE pada limfosit menggunakan uji kolorimetrik. Kurva respon terhadap konsentrasi dialurkan untuk melihat efek SGE Ae. aegypti pada sel dendritik (DC) dan limfosit. Pembelahan sel DC dari prekursor tulang sumsum, perkembangannya dan fungsinya tidak langsung dipengaruhi oleh SGE Ae. aegypti (dari konsentrasi 2,5 hingga 40µg/mL). Sedangkan hasil pemeriksaan efek SGE pada limfosit menunjukan bahwa limfosit sangat sensitif terhadap komponen saliva. Berdasarkan data yang didapatkan, disimpulkan bahwa limfosit potensial untuk menjadi target utama komponen liur Ae. aegypti dibandingkan dengan sel dendritiknya.

Metrics

  • 99 kali dilihat
  • 32 kali diunduh

Jurnal

Aspirator: Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor

Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Pangandaran, Jaw... tampilkan semua