Seleksi Genotipe Jagung Hibrida Toleran N Rendah

Syafrudin, Nfn • Azrai, Muhammad • Suwarti, Nfn
Artikel jurnal Buletin Plasma Nutfah • Desember 2013 Indonesia

Abstrak

Sebagian besar lahan pengembangan tanaman jagung di Indonesia defisien N. Untuk mengatasi kendala tersebut umumnya dilakukan dengan pemupukan N. Pemupukan N di samping meningkatkan biaya produksi juga menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya untuk menekan penggunaan pupuk N adalah penggunaan genotipe yang toleran N rendah. Seleksi genotipe jagung hibrida diharapkan memperoleh genotipe toleran N rendah dengan produktivitas tetap tinggi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah pada Mei- Agustus 2012 di KP Bontobili, Gowa, Sulawesi Selatan. Sebanyak 32 genotipe termasuk empat pembanding Bima-2, Bima-3, Bima-4, dan Bisi-2 diuji pada takaran pupuk N normal (200 kg N/ha) dan N rendah (100 kg N/ha). Penelitian menggunakan rancangan kelompok pada masing-masing pemupukan dengan tiga ulangan. Untuk mengetahui interaksi antara genotipe dengan N dilakukan analisis gabungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mendapatkan genotipe jagung toleran N rendah yang akurat di samping mempertimbangkan hasil biji, juga mempertimbangkan komponen lainnya, seperti klorofil daun, indeks panen, jumlah biji per tongkol, dan bobot biji. Genotipe 1044-9 x 1027-11 dan AMB07 x CML161 toleran N rendah dan B11 x 11 moderat terhadap N rendah, ketiga genotipe tersebut mempunyai hasil biji setara dengan varietas pembanding Bima-2, Bima-3, Bima- 4, dan Bisi-2.

Metrics

  • 42 kali dilihat
  • 25 kali diunduh

Jurnal

Buletin Plasma Nutfah

Buletin Plasma Nutfah diterbitkan oleh Komisi Nasional Sumber Daya Genetik (KNSDG), Badan Penelit... tampilkan semua