Konflik Batin Tokoh-tokoh dalam Kumpulan Cerita Madre Karya Dewi Lestari

Jatmiko, Jatmiko • Sumarwati, Sumarwati • Suhita, Raheni

Abstrak

: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakter tokoh pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang, menggambarkan konflik batin pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, menggambarkan persepsi pembaca terhadap cerita Madre dan Menunggu Layang-layang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan data yang diambil dari analisis isi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, Tansen sebagai anak yang baik dan pekerja keras, Pak Hadi sebagai orang yang memiliki prinsip yang kuat, Mei sebagai hardworker, walau dia memiliki kesalahan ketika dia masih kecil, Bu Cory dan Bu Sum memiliki loyalitas yang besar kepada pemimpin mereka, Kristen memiliki sebuah resimentasi, Starla, memiliki kepribadian yang buruk, dan Rako sebagai orang yang takut dengan komitmen. Kedua, sejarah keluarga Tansen tidak jelas dan tiba-tiba ia mendapat warisan dari orang tidak dikenal, Pak Hadi takut kehilangan identitas hidupnya, Mei memiliki kesalahan ketika dia masih kecil dan sampai sekarang dia merasa itu; Kristen takut Perubahan, Starla takut komitmen, dan keinginan Rako untuk memiliki hubungan dengan Starla tidak tercapai.

Metrics

  • 87 kali dilihat
  • 67 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya

Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya (Jurnal Basastra) memuat artikel te... tampilkan semua