Perbandingan Kepercayaan Diri Siswa Dalam Belajar Matematika Antara Yang Menggunakan Metode Jigsaw Dengan Metode Inkuiri Terbimbing Di Kelas VII SMP Satu Atap Negeri Talun Kabupaten Cirebon

Ineu Andriani • Indah Nursuprianah • Mumun Munawaroh
Journal article EduMa • 2015

Abstrak

Kepercayaan diri merupakan suatu hal terpenting bagi siswa khususnya dalam belajar matematika. Apabila individu tersebut memiliki kepercayaan diri yang rendah maka akan mempengaruhi hasil belajarnya. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang di anggap sulit bagi siswa di sekolah, hal inilah yang menjadi ketakutan siswa sehingga kepercayaan diri menjadi rendah ketika belajar matematika. Oleh sebab itu, guru dapat menggunakan metode active learning yang membuat pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan tidak hanya berpusat pada guru saja melainkan berpusat juga pada siswa, sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan diri siswa. Metode active learning diantaranya metode Jigsaw dan metode inkuiri terbimbing. Dari kedua metode tersebut peneliti akan membandingkan dan menganalisis metode manakah yang baik bagi kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika. Setelah itu, hasilnya terdapat perbedaan dari kedua metode tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain “One Shot Case Study”. Dari hasil analisis diperoleh sebesar 62% kepercayaan diri siswa yang menggunakan metode Jigsaw sedangkan metode inkuiri terbimbing sebesar 65%. Dari kedua metode tersebut diperoleh bahwa kepercayaan diri siswa berada pada kategori sama yaitu kategori tinggi. Untuk uji t diperoleh bahwa sig.2 (tailed) 0,026 < 0,05 sehingga H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika antara yang menggunakan metode Jigsaw dengan metode inkuiri terbimbing.

Metrics

  • 51 kali dilihat
  • 61 kali diunduh

Jurnal

EduMa

Jurnal EduMa merupakan publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, pengembangan, kajian ... tampilkan semua