Evaluasi Pertumbuhan Enam Varietas Mangga Merah Komersial yang Disambung dengan Teknik Top Working pada Dua Varietas Batang Antara

Rebin, Nfn • Sadwiyanti, Lukitariati • Sudarso, Djoko • Karsinah, Nfn
Artikel jurnal Buletin Plasma Nutfah • Juni 2014 Indonesia

Abstrak

Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi pertumbuhan dan kadar antosianin daun enam varietas mangga merah komersial yang disambung melalui teknik top working pada dua varietas batang antara. Pengembangan mangga merah komersial sebagai varietas unggul baru secara ekstensifikasi di sentra produksi, terutama di Jawa, mengalami kendala terbatasnya lahan. Sementara itu, pertanaman mangga yang ada di petani didominasi oleh varietas Arumanis dan Durih yang tanamannya sudah tua dan kurang produktif. Di samping itu banyak juga tumbuh mangga lokal yang kurang berkualitas. Dalam kondisi yang demikian, penggantian varietas mangga yang kurang produktif dengan mangga merah komersial melalui teknologi top working merupakan sebuah alternatif solusi yang bijaksana. Penelitian dilaksanakan di KP. Cukurgondang (Pasuruan) 50 m dpl, mulai Mei-Desember 2009. Perlakuan disusun dalam Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) dengan Petak Utama berupa dua varietas batang antara, yaitu Arumanis-143 dan Durih. Sedangkan Anak Petak berupa enam varietas batang atas mangga merah komersial, yaitu Ken Layung, Marifta-01, Garifta Orange, Garifta Merah, Garifta Kuning, dan Garifta Gading. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima varietas batang atas yaitu Marifta-01, Garifta Orange, Garifta Merah, Garifta Kuning, dan Garifta Gading kompatibel pada batang antara Arumanis-143. Sementara itu, batang antara Durih sesuai untuk batang atas Ken Layung, Garifta Orange, dan Garifta Merah. Batang antara tidak berpengaruh terhadap warna daun (baik daun muda maupun daun tua). Kadar antosianin daun pada varietas Garifta Orange, Garifta Merah, dan Garifta Gading yang di top working pada batang antara Arumanis-143 dan Durih lebih tinggi dibanding dengan kadar antosanin daun dari pohon induknya. Pengaruh batang antara Arumanis 143 lebih baik dibanding batang antara Durih terhadap sifat vegetatif maupun kandungan antosianin daun batang atas.

Metrics

  • 38 kali dilihat
  • 24 kali diunduh

Jurnal

Buletin Plasma Nutfah

Buletin Plasma Nutfah diterbitkan oleh Komisi Nasional Sumber Daya Genetik (KNSDG), Badan Penelit... tampilkan semua