Agenda Pengorganisasian Diri dan Kesadaran Partisipasi Masyarakat Desa

Wulani Sriyuliani
Laporan AKATIGA • Mei 2011

Abstrak

Persoalan partisipasi masyarakat dan proses perencanaan dan penganggaran berbasis masyarakat desa menjadi isu menarik jika kita melihat dari sudut pandang best practices. Mana desa yang berhasil mengorganisasikan dirinya dan desa yang gagal (atau belum) berhasil dalam mengorganisasikan desanya sendiri. Berbagai ruang publik dibuka untuk mendorong partisipasi masyarakat dengan menjembatani dialog dan aspirasi baik yang bersifat formal maupun informal. Hal ini pun sudah dicatatkan dalam UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang secara implisit menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan daerah. Pada 25 April 2011, Pusat Analisis Sosial AKATIGA mengadakan diskusi bulanan yang berjudul ‘Partisipasi yang Bermakna dan Efektif bagi Kelompok Miskin'. Diskusi dihadiri oleh Badan Pembina AKATIGA, Perkumpulan Inisiatif, Ashoka, B-TRUST, Sentoro, Sommaci Cimahi, Jurusan Planologi UNIKOM, STKS Bandung, Himpunan Mahasiswa Planologi ITB, aktivis Serikat Buruh di Bandung. Kegiatan tersebut merupakan seri diskusi rutin dari rangkaian diskusi bulanan AKATIGA yang fokus untuk membahas isu-isu kemiskinan, perburuhan, usaha kecil dan tata pemerintahan (governance). Diskusi rutin dilakukan satu kali setiap bulannya dengan harapan dapat membuka ruang dialog bagi tiap peserta diskusi serta publikasi hasil diskusi yang informatif.

Metrics

  • 68 kali dilihat
  • 16 kali diunduh

Penerbit

AKATIGA

AKATIGA adalah lembaga penelitian di Bandung. Berdiri pada tahun 1991, AKATIGA menyelenggarakan p... tampilkan semua