Risk Factors of Post Partum Haemorrhage in Indonesia

Jekti, Rabea Pangerti • Suarthana, Eva
Artikel jurnal Health Science Journal of Indonesia • Desember 2011 Indonesia

Abstrak

Latar belakang: Perdarahan post-partum (PPH) merupakan salah satu trias klasik penyebab kematian ibu. Studi ini mengevaluasi beberapa faktor risiko PPH, khususnya riwayat antenatal, natal, dan post-natal.Metode: Analisis menggunakan sebagian data dari studi potong lintang Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2010. Subjek yang dipakai unuk analisis ini ialah wanita yang menikah berumur 13-49 tahun dan melahirkan anak terakhir antara 1 Januari 2005 sampai 31 Juli 2010. Perdarahan post-partum berdasarkan konfi rmasi petugas kesehatan tentang telah terjadinya perdarahan dua atau lebih kain (masing-masing 1,5 m) selama proses persalinan.Hasil: Pada analisis ini terdpat 601 subjek yang mengalami PPH dan 19.583 subjek tidak mengalami PPH. Eklamsia meningkatkan risiko PPH 3,5 kali (95% interval kepercayaan (CI) = 2,53–4,69), ketuban pecah dini meningkatkan risiko PPH 2,2 kali (95% CI = 1,69-2,83), placenta previa meningkatkan risiko PPH 2,1 kali (95% CI = 1,29-3,31). Dibandingkan kehamilan aterm, wanita dengan kehamilan prematur berisiko PPH 82% lebih tinggi (95% CI = 1,33–2,49), sedangkan yang dengan kehamilan post-term berisiko PPH 72% lebih tinggi (95% CI = 1,16–2,57). Dibandingkan wanita dengan paritas 1-2, risiko PPH pada wanita yang berparitas 3-5 dan 6 atau lebih berturut-turut adalah 24% dan 81% lebih tinggi.Kesimpulan: Eklampsia merupakan faktor risiko PPH terkuat. Placenta previa, ketuban pecah dini, kehamilan prematur atau post-term, serta paritas yang tinggi juga meningkatkan risiko PPH. (Health Science Indones 2011;2:66-70).

Metrics

  • 62 kali dilihat
  • 40 kali diunduh

Jurnal

Health Science Journal of Indonesia

Health Science Journal of Indonesia merupakan jurnal Internasional terbitan Badan Penelitian dan ... tampilkan semua