Penerapan Tarif Impor Dan Implikasi Ekonominya Dalam Perdagangan Beras Di Indonesia

A. Husni Malian • Chaerul Muslim • Erwidodo Erwidodo
Journal article Forum Penelitian Agro Ekonomi • 1999 Indonesia

Abstrak

Sejak tanggal 1 Desember 1998, pemerintah telah mengambil kebijakan berupa penghapusan subsidi pupuk dan membebaskan perdagangan serta tataniaga pupuk dan beras. Sebagai kompensasi kepada petani produsen padi, pemerintah juga mengamankan harga dasar yang baru tersebut, pemerintah Indonesia hanya memiliki satu pilihan yang sesuai dengan kesepakatan GATT/WTO yaitu menerapkan tarif impor beras. Hasil analisis menunjukkan bahwa tarif ad valorem yang dapat dikenakan adalah 40 persen bila diberlakukan sepanjang tahun, atau 30 persen bila hanya berlaku selama masa panen raya padi yang berlangsung antara bulan Januari sampai Juni. Penerapan tarif impor beras ini sebaiknya hanya ditempuh selama satu sampai dua tahun, seiring dengan penataan kembali sistem agribisnis beras yang berlangsung sekarang.

Metrics

  • 138 kali dilihat
  • 55 kali diunduh

Jurnal

Forum Penelitian Agro Ekonomi

Forum Penelitian Agro Ekonomi (FAE) adalah media ilmiah komunikasi hasil penelitian yang berisi r... tampilkan semua