Zonasi Wilayah Pendayagunaan Sumber Daya Air Untuk Pembangunan Irigasi Di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur

Heni Rengganis
Journal article Analisis Kebijakan Pertanian • 2016 Indonesia

Abstrak

EnglishWater resources issue in Sumba Island, East Nusa Tenggara, particularly in the East Sumba Regency is the spread of utilizable spots ofwater sources. This paper presents the results of study on water resources utilization area zoning for water supply in the irrigation development. The method used is analysis of the area characteristics using radar diagram and Analytic Hierarchy Process (AHP). The analysis is based on the water potential assessment, water needed for community, irrigation and livestock and Water Use Index (WUI) value.The resultsshowthatwater resources utilization in the improvement zone in East Sumba, suitable for agriculture spreads in 13 districts,has not been served by the irrigation network. The proposed water supply technology is tapping springs, harvesting rainwater insmall dams and wells drilled in Waikabubak ground water basin.The results of this study are useful in the proposed water resources management policy or input for stakeholders to exploit the water resources in the agricultural areas development.IndonesiaPermasalahan sumber daya air di Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Sumba Timur, adalah tersebarnya sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian zonasi wilayah pendayagunaan sumber daya air untuk penyediaan air dalam rangka pembangunan irigasi. Metode yang digunakan dalam analisis karakteristik wilayah adalah dengan diagram radar, sedangkan pemilihan teknologi dianalisis dengan teknik Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis karakteristik wilayah berdasarkan penilaian potensi air, kebutuhan air untuk penduduk, irigasi, dan ternak, serta nilai Indeks Penggunaan Air (IPA). Hasil analisis dan evaluasi menunjukkan bahwa pendayagunaan sumber daya air pada zona peningkatan di Sumba Timur yang sesuai untuk pertanian, tersebar di 13 wilayah kecamatan, belum seluruhnya terlayani oleh jaringan irigasi. Teknologi penyediaan air yang diusulkan adalah penurapan mata air, penampungan air hujan berupa embung, dan pembuatan sumur bor pada cekungan air tanah Waikabubak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai dalam usulan kebijakan pengelolaan sumber daya air atau masukan untuk pemangku kepentingan dalam pendayagunaan sumber daya air dalam rangka pengembangan wilayah pertanian.

Metrics

  • 106 kali dilihat
  • 54 kali diunduh

Jurnal

Analisis Kebijakan Pertanian

Analisis Kebijakan Pertanian adalah media jurnal ilmiah yang membahas isu aktual pembangunan pert... tampilkan semua