Dinamika PDB Sektor Pertanian dan Pendapatan Petani

  • Gatoet Sroe Hardono
  • Hermanto

Abstrak

Sebagai negara berkembang yang padat penduduknya, Indonesia memerlukan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif tinggi untuk meningkatkan pendapatan per kapita bagi penduduknya. Menurut teori makro, pertumbuhan PDB dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk investasi, penge- luaran pemerintah, net ekspor, dan konsumsi rumah tangga (Kusumawardhani et al., 2012), sedangkan investasi dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah, jumlah uang beredar, tingkat suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi (Silvia et al., 2013). Di era globalisasi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan pertumbuhan ekonomi global. Menurut Sihono (2009), ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh di atas 6% karena dukungan ekonomi Cina dan India, tetapi akan mengalami perlambatan akibat gejolak ekonomi global yang dipengaruhi oleh melemahnya pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat. Raz el al. (2012) menyatakan bahwa dampak negatif krisis keuangan global tahun 2008 terhadap perekonomian Asia Timur, termasuk Indonesia, lebih kecil bila dibandingkan dengan krisis keuangan pada tahun 1997 karena perekonomian Indonesia telah mengambil pelajaran setelah krisis tahun 1997 dengan memperkuat fundamental ekonomi, dukungan kredibilitas, dan akuntabilitas pemerintah yang lebih baik. Sektor pertanian selama ini merupakan sektor penyumbang PDB yang cukup besar, namun perannya semakin menurun karena pertumbuhan di sektor nonpertanian yang relatif lebih cepat dari pertumbuhan sektor pertanian. Pada tahun 2014 sumbangan sektor pertanian terhadap PDB adalah sekitar 13,38% (sama dengan sumbangan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor) (BPS, 2015a).

Metrics

  • 174 kali dilihat
  • 112 kali diunduh

Penerbit

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) adalah salah satu lembaga y... lihat semua