Dinamika Produksi dan Sumber Dinamika Produksi Komoditas Pertanian

  • Ening Ariningsih

Abstrak

Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, penciptaan kesempatan kerja/berusaha, peningkatan pendapatan masyarakat, dan sumber perolehan devisa. Pertanian untuk pembangunan nasional dipandang sebagai suatu sektor yang memiliki kemampuan khusus dalam menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas. Selain dinilai strategis, sektor pertanian juga memiliki potensi besar dan prospek yang cerah untuk dikembangkan. Peran baru sektor pertanian dalam menyediakan pangan (food), pakan (feed), dan energi (biofuel) menjadikan sektor pertanian layak dijadikan sektor andalan dalam pembangunan nasional (Daryanto, 2012). Peran sebagai penyedia pangan, pakan, dan energi tersebut menyebabkan peningkatan produksi komoditas pertanian menjadi target yang sangat penting seiring dengan semakin tingginya permintaan akan komoditas pertanian tersebut, terlebih untuk komoditas-komoditas pertanian yang sampai saat ini masih harus diimpor dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan domestik. Di antara komoditas pertanian tersebut, padi, jagung, dan kedelai (pajale) merupakan tiga komoditas pangan terpenting di Indonesia. Pada periode pemerintahan 2014–2019 ketiga komoditas pangan ini menjadi primadona dan pemacuan produksi terus diupayakan untuk mencapai swasembada tahun 2017. Di antara komoditas perkebunan, peningkatan produksi komoditas tebu menjadi sorotan dengan ditargetkannya swasembada gula. Dalam Kenyataannya, produksi komoditas pertanian tidak selalu konsisten meningkat, melainkan berfluktuasi, bahkan sebagian di antaranya menunjukkan tren menurun. Secara agronomik pertumbuhan produksi komoditas pertanian dapat berasal dari peningkatan luas panen dan peningkatan produktivitas. Untuk tanaman pangan dan hortikultura yang merupakan tanaman semusim seperti padi, jagung, kedelai, dan sayuran seperti kentang dan kubis, sumber peningkatan luas panen dapat dirinci lebih lanjut, yaitu (a) peningkatan indeks pertanaman (IP) dan (b) peningkatan luas lahan usaha tani. Akan tetapi, untuk tanaman perkebunan, seperti kelapa sawit, kakao, karet, dan tebu peningkatan luas panen hanya bisa diperoleh melalui peningkatan luas lahan usaha tani. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produksi serta sumber- sumber dinamika produksi komoditas pertanian, khususnya untuk komoditas pertanian yang menjadi fokus kajian Panel Petani Nasional (Patanas), yaitu tanaman pangan (padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu), hortikultura (kubis dan kentang), dan komoditas perkebunan (karet, kakao, kelapa sawit, tebu). Data yang digunakan adalah data luas areal/panen, produksi, dan produktivitas yang bersumber dari Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Perkebunan.

Metrics

  • 29 kali dilihat
  • 13 kali diunduh

Penerbit

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) adalah salah satu lembaga y... lihat semua