Analisis Efisiensi Produksi Kelapa Sawit dan Karet

Adi Setiyanto
Book chapter Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian • 2015 Indonesia

Abstrak

Subsektor perkebunan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Data statistik tahun 2013 menunjukkan bahwa subsektor ini memiliki peran besar dalam perekonomian (Ditjenbun, 2015a, 2015b; Pusdatin, 2014a 2014b; BPS, 2015), di antaranya (1) memiliki kontribusi sekitar 13% dari Produk Domestik Brutto (PDB) sektor pertanian dalam arti luas; (2) memberikan sumbangan terhadap penerimaan negara berupa masuk perkebunan mencapai Rp27,1 triliun, pajak ekspor Rp31,7 triliun dan cukai (rokok) Rp95 triliun; (3) memiliki nilai ekspor dalam bentuk primer US$32,7 miliar, di mana kelapa sawit merupakan penyumbang devisa terbesar sekitar US$17,4 miliar, kemudian diikuti karet sekitar US$4,7 miliar, kakao sekitar US$1,3 miliar, dan kopi sekitar US$1,1 miliar; dan (4) menjadi sumber mata pencaharian bagi 18 juta kepala keluarga (KK) rumah tangga pertanian. Perkebunan Rakyat (PR) mendominasi usaha perkebunan. Hingga tahun 2013 PR memiliki kontribusi rata-rata 72% dari total luas areal perkebunan, sementara Perkebunan Besar Swasta (PBS) 21%, dan sisanya sekitar 7% merupakan Perkebunan Besar Negara (PBN). Pengukuran efisiensi produksi perkebunan sangat penting untuk dilakukan. PR yang memiliki kontribusi terbesar dalam pengusahaan komoditas perkebunan umumnya memiliki tingkat produktivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan PBN maupun PBS. Dalam peningkatan produksi komoditas perkebunan, upaya untuk meningkatkan produktivitas maupun efisiensi PR menjadi sangat penting. Adanya kontribusi yang besar terhadap produksi perkebunan nasional menyebabkan peningkatan efisiensi pada PR akan memiliki pengaruh yang besar terhadap peningkatan efisiensi produksi perkebunan nasional. Produksi perkebunan merupakan serangkaian proses dalam penggunaan input bagi usaha budi daya perkebunan yang ada untuk menghasilkan produk perkebunan. Produksi perkebunan terkait erat dengan jumlah penggunaan berbagai kombinasi input yang digunakan dalam budi daya perkebunan dengan jumlah dan kualitas produksi perkebunan yang dihasilkan. Efisiensi memiliki pengertian berupa perbandingan antara output atau produksi dan input, di mana penggunaan input yang relatif sama dalam proses produksi diperoleh produksi yang maksimum.

Metrics

  • 77 kali dilihat
  • 58 kali diunduh

Penerbit

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) adalah salah satu lembaga y... tampilkan semua