Penentu Besaran Transaksi Pihak Berelasi: Tata Kelola, Tingkat Pengungkapan, Dan Struktur Kepemilikan

Cynthia Afriani Utama
Journal article Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia • 2015 Indonesia

Abstrak

Indonesian firms are characterized by conglomeration that tends to conduct related party transaction (RPT). Extant academic literature provides two competing views on RPTs: the efficient transaction hypothesis and the conflict of interest hypothesis. The purpose of this study is to investigate RPT from the point of view of the conflict of interest hypothesis. Specifically, this study examines the size of RPT which is performed by majority shareholders to expropriate minority shareholders. The size of RPT measures the direct influence of RPT on shareholders' wealth. In this study, the size of RPT is measured by RPT transactions of assets plus liabilities (RPTAL) and sales plus expenses (RPTSE) relative to book value of equity. Furthermore, this study investigates whether RPTAL and RPSE are determined by CG practices, disclosure of RPT, and ownership structure. This study cannot find the influence of CG on size of RPTAL and RPTSE. The results of the study also show that only disclosure of RPT and ownership structure that have positive impact on size of RPTSE. Disclosure of RPT increases more efficient RPTSE than abusive RPTSE. This study find that the relationship between the disclosure and RPTAL is insignificant as efficient RPTAL does not dominate abusive RPTAL, while concentrated ownership has a positive impact on abusive RPTSE.Keywords: size of Related Party Transaction (RPT), corporate governance, disclosure of RPT, ownership structure---Karakteristik Perusahaan di Indonesia bercirikan konglomerasi yang cenderung untuk melakukan praktik transaksi pihak berelasi (related party transaction atau RPT). Studi empiris menunjukkan terdapat dua teori yang bertolak-belakang mengenai RPT, yaitu “the efficient transaction hypothesis” dan “the conflict of interest hypothesis”. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi RPT dari sisi “the conflict of interest hypothesis”. Secara spesifik, penelitian ini meneliti besaran RPT yang dilakukan oleh pemegang saham mayoritas untuk melakukan ekspropriasi terhadap pemegang saham minoritas. Besaran RPT dapat mengukur pengaruh langsung RPT pada kesejahteraan pemegang saham. Pada penelitian ini, besaran ini diukur berdasarkan besaran transaksi aset dan liabilitas (RPTAL), serta sales dan expenses (RPTSE) secara relatif terhadap nilai buku ekuitas. Lebih lanjut, penelitian ini menguji apakah besaran RPTAL dan RPTSE dipengaruhi oleh praktik CG, tingkat pengungkapan RPT, dan struktur kepemilikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik CG tidak berpengaruh pada RPTSE dan RPTAL. Hanya tingkat pengungkapan RPT dan struktur kepemilikan yang berpengaruh positif pada besaran RPTSE. Pengungkapan RPT meningkatkan RPT yang efisien dibandingkan RPT yang merugikan. Penelitian ini menemukan bahwa hubungan antara pengungkapan RPT dan RPTAL tidak signifikan dengan argumentasi bahwa RPTAL yang efisien tidak mendominasi RPTAL yang merugikan. Namun demikian, konsentrasi kepemilikan berpengaruh positif terhadap RPTSE yang merugikan.

Metrics

  • 94 kali dilihat
  • 48 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia (JAKI) diterbitkan oleh Departemen Akuntansi Fakultas Eko... tampilkan semua