Kualitas Laba Dan Corporate Governance: Benarkah Kualitas Laba Bank Syariah Lebih Rendah Dari Bank Konvensional?

Sugiyarti Fatma Laela
Journal article Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia • 2012

Abstrak

Research regarding the association between corporate governance (CG) and the predictability of earning in Islamic bank is still limited. Islamic bank adopts profit loss sharing (PLS) instead of interest system as used by conventional bank. Regardless its benefit, PLS theoretically provides the potential of moral hazard which leads to opportunistic behaviors of managers. As a result, the quality of accounting information maybe decreases. This study examines the predictability of earning especially the ability of current earning to predict future cash flows using CG as a moderating variable. Using samples of Islamic and conventional banks from period of 2007- 2010 and least square method, this study finds that there is no strong evidence of earning predictability in the banking industry. The influence of current earning on future cash flow is not significant. However, the implementation of CG which measured by self-assessment scores, strengthen the association of current earning and future cash flows. The better the implementation of CG, the stronger the predictability of earning. This study also finds that the predictability of earning in Islamic bank is stronger than conventional bank, even though the impact of CG implementation on earning predictability for both types of bank is not different.Keywords: Islamic bank, predictability, self-assessment, earning quality, corporate governance---Riset tentang hubungan corporate governance (CG) dan prediktabilitas laba pada bank syariah masih terbatas. Bank syariah menerapkan sistem bagi hasil sebagai pengganti sistem bunga pada bank konvensional. Terlepas dari berbagai kelebihan sistem bagi hasil, sistem ini diduga lebih berisiko terjadinya moral hazard, yang berdampak pada perilaku oportunistik manajer sehingga akan menurunkan kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji prediktabilitas laba khususnya kemampuan laba saat ini untuk memprediksi arus kas masa datang dengan menggunakan CG sebagai variabel pemoderasi. Dengan menggunakan sampel bank baik syariah maupun konvensional dari tahun 2007- 2010 dan metode pengujian least square, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang kuat terkait prediktabilitas laba pada industri perbankan. Pengaruh informasi laba saat ini terhadap aliran kas masa datang tidak signifikan. Namun pelaksanaan CG yang diukur menggunakan skor pemeringkatan hasil self-assessment terbukti memperkuat hubungan laba dan arus kas masa datang. Semakin baik pelaksanaan CG maka semakin kuat prediktabilitas laba. Penelitian ini juga membuktikan bahwa prediktabilitas laba pada bank syariah lebih tinggi dibandingkan konvensional, meskipun dampak pelaksanaan CG terhadap prediktabilitas laba pada kedua jenis bank tidak menunjukkan adanya perbedaan.

Metrics

  • 244 kali dilihat
  • 63 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia (JAKI) diterbitkan oleh Departemen Akuntansi Fakultas Eko... tampilkan semua