Ekstraksi dan Karakterisasi Pektin dari Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi,l)

Roikah, Sri • Rengga, Wara Dyah Pita • Latifah, Latifah • Kusumastuti, Ella
Artikel jurnal Jurnal Bahan Alam Terbarukan • Juni 2016

Abstrak

Telah dilakukan ekstraksi pektin dari belimbing wuluhdengan variasi suhu ekstraksi 60 dan 100°C, serta variasi waktu ekstraksi 30, 60, 90 dan 120 menit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu ekstraksi terbaik. Proses ekstraksi dengan metode refluks menggunakan air destilatyang telah ditambahkan dengan asam klorida. Proses selanjutnya adalah pengendapkan,pencucian dan pengeringan. Pektin yang dihasilkan dianalisis kemudian pektin terbaik dipilih menggunakan perhitungan metode Bayes. Kondisi ekstraksi pektin terbaik adalah pada suhu 100°C dengan waktu ekstraksi 30 menit dengan karakteristik sebagai beerikut: rendemen 0,38%, kadar abu 2,92%, kadar air 25,40%, berat ekivalen 650,77%, kadar metoksil 5,01%, kadar galakturonat 55,51%, derajat esterifikasi 51,25% dan viskositas 22cP. Pektin hasil ekstraksi terbaik telah memenuhi standarInternational Pectin Producers Assosiation (IPPA). Pektin terbaik memiliki warna coklat yang lebih gelap dibandingkan dengan pektin komersial. Hasil analisis FT-IR menunjukkan pektin terbaik dan pektin komersial keduanya mengandung gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=O, CH3, dan C-O.

Metrics

  • 68 kali dilihat
  • 39 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Bahan Alam Terbarukan

Jurnal Bahan Alam Terbarukan adalah jurnal teknik kimia dengan fokus pada pemanfaatan dan pengola... tampilkan semua