Tinjauan Aspek Pajak Penghasilan Atas Transaksi Instrumen Keuangan Derivatif Swap

Mangoting, Yenni
Artikel jurnal Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Kristen Petra • Mei 2003 Indonesia

Abstrak

In Bahasa Indonesia : Pengunaan mata uang asing memang cukup rentan terhadap risiko fluktuasi nilai tukar mata uang dan tingkat suku bunga. Untuk melindungi aktiva atau pasiva yang rentan terhadap Perubahan nilai tukar mata uang dan tingkat suku bunga, Wajib Pajak dapat menggunakan instrumen keuangan derivatif Swap. Melalui instrumen keuangan derivatif Swap, risiko kerugian akibat Perubahan-Perubahan tersebut dapat dihindari atau diperkecil. Bahkan dengan lindung nilai (hedging), Wajib Pajak dapat menciptakan keuntungan melalui pergeseran risiko. Oleh karena itu, perlindungan nilai melalui penggunaan istrumen derivatif, khususnya Swap, merupakan fenomena menarik untuk menentukan pengenaan pajaknya. Wajib Pajak dapat menggunakan Swap jenis interest rate swap atau currency swap. Interest rate swap merupakan transaksi pertukaran sifat bunga, dengan satu pihak setuju untuk membayar kepada pihak lain dengan jumlah pembayaran yang telah disetujui bersama. Sedangkan currency swap merupakan transaksi pertukaran mata uang dengan denominasi yang berbeda. Karakterisasi penghasilan merupakan permasalahan yang timbul dalam transaksi Swap. Terdapat kecenderungan bahwa fiskus mengklasifikasikan penghasilan dari transaksi Swap sebagai penghasilan bunga, padahal transaksi Swap bukan transaksi pinjam meminjam. Kata kunci: swap, interest rate swap dan currency swap.

Metrics

  • 72 kali dilihat
  • 35 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Kristen Petra

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Kristen Petra menerbitkan artikel bidang akuntansi dan ... tampilkan semua