Analisis Pengaruh Penyusutan Mesin Berdasarkan Metode Straight Line Dengan Double Declining Balance Terhadap Penghasilan Kena Pajak

Rapina Rapina
Journal article Jurnal Akuntansi Maranatha • 2003

Abstrak

     Akuntansi penyusutan merupakan salah satu hal yang juga sangat pentingm dalam Perusahaan untuk mengalokasikan harga perolehan atas aktiva tetap yang dimiliki Perusahaan menjadi beban dalam periode akuntansi yang bersangkutansehingga dapat ditentukan besarnya penghasilan kena pajak periode tersebut. Dalam menghitung besarnya penyusutan yang dibebankan dalam suatu periode akuntansi, dapat menggunakan metode-metode penyusutan berdasarkan ketentuan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku umum secara konsisten sehingga laporan keuangan yang disajikan adalah wajar atau berdasarkan peraturan perpajakan. Oleh karena itu penting bagi Perusahaan dalam menetapkan kebijakan mengenai metode penyusutan yang digunakan. Metode penyusutan yang digunakan, dipilih yang palingsesuai dengan kondisi Perusahaan sehingga menghasilkan penghasilan kena pajak yang menguntungkan bagi Perusahaan.     Pajak adalah sumber penerimaan negara dan diharapkan sebagai andalan penerimaan dalam APBN (Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara). Agar Perusahaan yang merupakan subjek pajak tidak diberatkan oleh pajak yang terutang. maka perlu dilakukan beberapa USAha guna meringankan pajak tersebut. Salah satu USAhanya adalah dengan menggunakan akuntansi penyusutan terhadap aktiva tetap berwujud yang memang dibenarkan secara hukum oleh fiskus. Karena biaya penyusutan sifatnya mengurangi pendapatan, sehingga mengakibatkan penghasilankena pajak berkurang dan juga berkurangnya pajak yang terutang.     Penulis memperoleh data dari Perusahaan mengenai mesin dan penyusutannya, penghasilan kena pajak, penjualan dan pajak penghasilan badan pada tahun 200l, kemudian penulis mencoba untuk mengolahnya dengan membandingkanantara metode penyusutan mesin yang digunakan oleh penrsahaan, yaitu metode Double Declining Balance dengan metode penyusutan mesin Straight Line, serta pengaruh hasil perhitungan metode penyusutan tersebut terhadap penghasilan kena pajak Perusahaan. Pada tahun 200l. perhitungan penghasilan kena pajak menghasilkan data sebagai berikut:Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode penyusutan Double Dec-Iining Balance dan Straight Line mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan metode Straight Line, biaya penyusutan yang terjadi setiap tahun adalah sama besamya, sedangkan dengan metode Double Declining Balance. biaya penyusutan pada tahun-tahun awal lebih besar dan terus menurun untuk tahun-tahun selanjutnya. Kedua metode ini dapat diterapkan pada Perusahaan. Kedua metode ini memang menghasilkan perhitungan biaya penyusutan yang berbeda dan akhirnya menghasilkan penghasilan kena pajak yang berbeda pula sebagai dasar perhitungan pajak penghasilan beban 

Metrics

  • 165 kali dilihat
  • 84 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Akuntansi Maranatha

Jurnal Akuntansi Maranatha is an open access, peer-reviewed journal that publishes original accou... tampilkan semua