Status Kesehatan Masyarakat Di Daerah Tertinggal

Felly Philipus Senewe • Feri Ahmadi
Journal article Jurnal Ekologi Kesehatan • Desember 2012

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstrak

Status kesehatan masyarakat dapat diketahui dari status morbiditas atau penyakit, status mortalitas atau tingkat kematian penduduk atau status gizi pada penduduk dalam masyarakat. Berdasarkan data Riskesdas 2007, data Susenas 2007, dilakukan kajian untuk mengetahui gambaran status kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal. Kajian ini diharapkan dapat dipergunakan oleh pengambil kebijakan dan sebagai data dasar perbaikan yang berdampak ke status kesehatan masyarakat yang berada di daerah tertinggal. Sampel 199 kabupaten daerah tertinggal. Hasilnya status gizi Balita BB/U (22,5%), TB/U (41,3%) dan BB/TB (15,2%), kondisi ini masih tinggi dibandingkan daerah yang tidak tertinggal. Cakupan imunisasi lengkap (32,5%) dan kunjungan neonatal ke petugas kesehatan (KN1: 42,3% dan KN2: 24,2%) masih rendah bila dibandingkan daerah tidak tertinggal. Cakupan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan (47,1%) masih sangat rendah bila dibandingkan dengan daerah lain. Sebaliknya ASI Eksklusif (44,3%) lebih baik bila dibandingkan daerah tidak tertinggal. Sedangkan cakupan Ante Natal Care (K1: 65,4%) masih rendah dibandingkan daerah tidak tertinggal. Prevalensi penyakit Infeksi/menular masih tinggi di daerah tertinggal dibandingkan daerah tidak tertinggal. Prevalensi penyakit tidak menular termasuk gangguan mental paling banyak di daerah Tertinggal dibandingkan daerah tidak tertinggal. Prevalensi kurus pada orang dewasa cukup tinggi dibandingkan daerah tidak tertinggal. Sedangkan prevalensi berat badan lebih dan obese masih rendah dibandingkan daerah tidak tertinggal. Status kesehatan lingkungan masih jelek/rendah (akses RT air bersih: 51,9%, akses RT jamban: 30,5%, kepadatan hunian: 80%, dan lantai tanah: 83,2%) bila dibandingkan daerah tidak tertinggal. Dari kesimpulan dapat disarankan sebagai berikut: diperlukan kebijakan yang lebih khusus untuk peningkatan status kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, perlu mendapat perhatian khusus untuk menurunkan angka kesakitan penyakit menular dan penyakit tidak menular di daerah Tertinggal.

Metrik

  • 358 kali dilihat
  • 93 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Ekologi Kesehatan

Jurnal Ekologi Kesehatan (Indonesian Journal of Health Ecology) adalah media informasi hasil pene... tampilkan semua