Board Structures Dan Value-Added Intellectual Capital: Studi Kasus Pada Industri Barang Konsumsi Dan Perdagangan Indonesia

Saarce Elsye Hatane • Nadya Gomes I. • Waisiyana Sastrawati
Journal article Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Kristen Petra • Mei 2017 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 13 pages)

Abstrak

Dalam era knowledge-based economy, knowledge-based asset merupakan hal yang penting untuk diinvestigasi. Melalui corporate governance, board of director memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan intellectual capital dan mencapai efisiensi maksimum atas penggunaan sumberdaya intellectual capital yang dimiliki, sehingga meningkatkan kinerja keuangan Perusahaan. Board structures, sebagai indikator corporate governance, diukur menggunakan the composition of board independence, board size, dan board meeting. Komposisi pendanaan (leverage) dan besarnya assets Perusahaan juga menjadi faktor yang mempengaruhi terbentuknya intellectual capital, yang diukur menggunakan Value-Added Intellectual Capital. Objek penelitian ini adalah Perusahaan terbuka yang tergabung dalam industri manufaktur barang konsumsi, serta perdagangan. Dari total 112 pengamatan yang dilakukan dari tahun 2010 hingga 2015, dan pengolahan statistik menggunakan analisa regresi berganda, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa board meeting dan total assets dapat meningkatkan nilai tambah intellectual capital Perusahaan. Berlawanan dengan itu, semakin tingginya komposisi hutang dalam struktur pendanaan dapat menurunkan nilai tambah intellectual capital.

Metrik

  • 547 kali dilihat
  • 335 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Kristen Petra

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Universitas Kristen Petra menerbitkan artikel bidang akuntansi dan ... tampilkan semua