Erotis dan Gaya Penceritaan dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu

Septia, M.Pd, Emil
Artikel jurnal Jurnal Gramatika • 2016

Abstrak

Penelitian ini memaparkan permasalahan makna bahasa cerpen yang dinilai erotis sebenarnya berbeda dengan karya satra yang bernilai pornografi. Unsur erotis di dalam kumpulan cerpen ini disampaikan melalui gaya bahasa yang khas dan halus, sehingga tidak bermakna pornografi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan unsur erotis di dalam kumpulan cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Maesa Ayu dari sudut pandang gaya bahasa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang menitikberatkan pada analisis isi (content analysis). Kumpulan cerpen tersebut sekaligus menjadi objek penelitian ini. Untuk memperoleh hasil penelitian digunakan toeri sturktural. Berdasarkan hasil dan pembahasan bahwa setiap cerpen di dalam kumpulan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) pada umumnya mengandung unsur erotis cumbuan, ciuman dan adegan ranjang yang disampaikan melalui gaya bahasa metafora, personifikasi, sarkasme, sinisme, dan repetisi. Tetapi terdapat satu cerpen dalam kumpulan cerpen ini yang tidak mengandung unsur erotis. Dalam penganalisisan unsur kata, kalimat, dan wacana erotis dalam kumpulan cerpen ini terdapat amanat moral, sehingga di dalam cerpen ini tidak hanya menggambarkan unsur erotisnya saja.

Metrics

  • 65 kali dilihat
  • 40 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Gramatika

Jurnal Gramatika adalah jurnal yang diterbitkan dua kali setahun (April dan Oktober) oleh Program... tampilkan semua