Status Resistensi Vektor Demam Berdarah Dengue (Aedes Aegypti) Terhadap Malathion 0,8% Dan Permethrin 0,25% Di Provinsi Jawa Tengah

Sunaryo Sunaryo • Bina Ikawati • Rahmawati Rahmawati • Dyah Widiastuti
Journal article Jurnal Ekologi Kesehatan • Juni 2014 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 7 pages)

Abstrak

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, perlu mendapat perhatian serius karena di beberapa daerah masih sering terjadi kejadian luar biasa.Kasus DBD di Jawa Tengah selalu tinggi setiap tahunnya, meningkat di tahun 2012. Penelitian ini bertujuan mengetahui status kerentanan Ae.aegypti terhadap malathion 0,8% dan permethrin 0,25% di Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Grobogan dan Purbalingga.Desain penelitian menggunakan metode potong lintang. Unit analisis adalah Ae.aegypti berasal dari Kabupaten Purbalingga, Grobogan, Kendal dan Kota Semarang. Sampel Ae.aegypti diambil dari 100 rumah per desa (3 desa perkabupaten). Status kerentanan diperoleh dengan uji succeptibility test metode WHO pada bahan aktif malathion 0,8 % dan permethrin 0,25 % dan uji biokimia dengan metode microplate.Uji kerentanan Ae.aegypti di 4 Kabupaten/Kota (Purbalingga, Kendal, Grobogan dan Kota Semarang) kesemuanya menunjukkan Ae.aegypti sudah resisten terhadap insektisida malathion 0,8 % dan permethrin 0,25 %. Hasil uji biokimia menunjukkan Ae.aegyptidari Kota Semarang, Kabupaten Kendal dan Purbalingga 100% resisten tinggi terhadap golongan organophosphat. Sedangkan di Kabupaten Grobogan 41,67% sampel uji masih sensitif terhadap organophosphat, 50% resisten sedang dan 8,33% resisten tinggi. Ae.aegypti sudah resisten/tidak rentan terhadap malathion 0,8% dan permethrin 0,25%. Disarankan untuk mencari jenis insektisida dari golongan lain selain golongan yang telah terbukti resisten.

Metrik

  • 375 kali dilihat
  • 323 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Ekologi Kesehatan

Jurnal Ekologi Kesehatan (Indonesian Journal of Health Ecology) adalah media informasi hasil pene... tampilkan semua