Agama, Keterbukaan dan Demokrasi: Harapan dan Tantangan

Franz Magnis-Suseno • Nathanael Gratias Sumaktoyo • Mery Kolimon • Taufiq Pasiak • Alissa Wahid 3 more
Buku PUSAD Paramadina • Oktober 2015

Abstrak

Kekejaman yang sengaja dipertontonkan kelompok ekstrimis keagamaan tidak jarang membuat keyakinan sebagian orang goyah, jika bukan hilang, pada agama. Apa yang membuat agama dan nilai kemanusiaan seperti bertentangan, di satu sisi agama yang mengajarkan cinta kasih antar sesama, di sisi lain umatnya justru merusak nilai kemananusiaan? Berawal dari Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) 2014, Franz Magnis-Suseno, SJ, dalam buku ini, menekankan kembali bahwa iman kepada Allah hanya benar kalau terwujud dalam hormat terhadap manusia ciptaan tertinggi Allah. Beriman seharusnya mengandung makna dukungan terhadap hak asasi manusia, termasuk kebebasan beragama. Tantangan bagi agama saat ini menurutnya adalah budaya konsumerisme kapitalistik dan gerakan ekstrimisme keagamaan. Aspek ini kemudian diulas lebih lanjut dari berbagai perspektif oleh Nathanael G. Sumaktoyo, Mery Kolimon, Taufiq Pasiak, Ahmad Syafi'i Mufid, Maman Imanulhaq, Alissa Wahid dan Rosalia Sciortino. Perdebatan para penulis dalam buku ini sejatinya bermuara pada semangat dan optimisme yang sama: Tidak ada kata putus asa untuk menyerukan dan memperjuangkan agama yang menunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Metrics

  • 123 kali dilihat
  • 93 kali diunduh

Penerbit

PUSAD Paramadina

Pusat Studi Agama dan Demokrasi, Universitas Paramadina (PUSAD Paramadina) adalah lembaga otonom ... tampilkan semua

Penyandang Dana

Ford Foundation

The Asia Foundation