Baru saja dipublikasikan
Paling banyak dilihat
Journal article

Dampak Krisis Energi (Bahan Bakar) terhadap Perekonomian Rakyat

Krisis (kelangkaan) energi yang kini sedang terjadi, menimbulkan dampak (akibat) yang demikian seriuspada kehidupan rakyat. Dampak tersebut antara lain semakin mahalnya harga BBM, minyak tanah, solar dangas, terjadinya antrian karena masyarakat panik dan akhimya masyarakat semakin miskin karena daya beliyang semakin rendah. Karenanya diharapkan kepada pemerintah untuk segera mencari a/tematif energi dansegera mensosialisasikan kepada masyarakat luas, agar kita tidak lagi bergantung kepada 1 jenis energi(bahan bakar) saja yaitu Bahan Bakar Minyak (BBM).
Conference paper

Sektor Unggulan Perekonomian Indonesia: Pendekatan Input-output

Salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi adalah pertumbuhanekonomi yang tinggi dan berkelanjutan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi danpeningkatan kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi memprioritaskan untuk membangundan memperkuat sektor-sektor di bidang ekonomi dengan mengembangkan ,meningkatkan dan mendayagunakan sumber daya secara optimal. Tujuan daripenelitian ini adalah mengetahui sektor-sektor yang menjadi unggulan di perekonomianIndonesia guna menentukan kebijakan yang harus dijalankan serta mengukur tingkatindeks pendapatan masyarakat dari sektor yang ada. Metode dan alat analisis yangdigunakan dengan menggunakan pendekatan I-O dengan menggunakan data update2008 dengan 66 sektor. Dari hasil analisis dan perhitungan maka nilai ITKB ada 36sektor, nilai ITKD ada 22 sektor. Sektor Unggulan atau sektor kunci perekonomian diIndonesia ada 12 sektor yaitu Sektor Perdagangan, Industri Kimia, Industri Pupuk danPestisida, Jasa lainnya, Bangunan, Industri Mesin, alat-alat dan perlengkapan listrik,Industri Makanan Lainnya, Angkutan darat, Listrik,gas, dan air bersih, Industri barangkaret dan plastic, Peternakan, Industri kertas, barang dari kertas dan karton. Terdapat25 sektor perekonomian di Indonesia yang mempunyai peranan yang tinggi dalammenarik indeks pendapatan masyarakat.
Disarankan Untuk Anda
Journal article

The Sharing Economy and Collaborative Finance: the Case of P2p Lending in Vietnam

Peer-to-peer Online Lending (P2PO) has received increasing attention over the last years, not only because of its disruptive nature and its disintermediation of nearly all major banking functions, but also because of its rapid growth and expanding breadth of services. This model offers a new way of investing in addition to investing in traditional channels such as banking or financial company. The transaction process is done online, the personal information and terms of mobilization are completely transparent and secure in the best way. The strong development of P2PO also raises a number of issues that require careful attention to promote positive and to limit negative aspects. The research aims to highlight particular aspects of this new business model and to analyze the opportunities and risks for lenders and borrowers in Viet Nam. The research combines qualitative analysis and data survey to serve descriptive statistics about P2PO in Viet Nam. The research show the potential of online peer lending is enormous but the regulators will restrict the Sharing economy model in general and P2PO lending in particular
Baca artikel lainnya
Ambil pil merahnya. Tingkatkan pengalaman penerbitan Anda.
Ini repositori institusi diberdayakan oleh Neliti, sebuah website builder gratis untuk penyedia konten akademik. Pindahkan repositori, jurnal, maupun konferensi Anda ke Neliti dan temukan dunia yang penuh dengan beragam prospek penerbitan. Pindah sekarang right-arrow-icon