Recently Published
Most Viewed
Journal article

Konsep Pendidikan Agama Islam; Studi Atas Pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah

Ibnu Qayyim merupakan salah seorang cendikiawan muslim yang sangat luas wawasan keilmuannya. Akidahnya, akhlaknya yang sangat mengagumkan serta pemikirannya dalam khazanah Islam yang sangat begitu menakjubkan.Dia hidup disuatu masa dimana ilmu-ilmu keislaman telah disusun dan disebarluaskan di berbagai penjuru dunia.Maka tidak mengherankan jika perjalanan menuntut ilmu Ibnu Qayyim tidak begitu terkenal. Ibnu Qayyim sangat mencintai ilmu dan melahirkan kecintaannya kepada bukubuku, dan tidak mengherankan, jika para penulis biografinya secara khusus menyebutkan buku-buku yang ia miliki dan kegemarannya membaca buku. Ia banyak memiliki buku yang tidak dimiliki oleh orang lain. Sebagai tokoh salaf, Ibnu Qayyim sebenarnya adalah peneliti bebas yang tidak terikat dengan madzhab atau pendapat ulama tertentu kecuali dengan kebenaran meskipun terhadap gurunya sendiri yaitu Ibnu Taimiyah. Dalam perspektif Ibnu Qayyim alJawziyahHakikat pendidikan Islam mencakup dua hal yaitu Tarbiyah Qalb (pendidikan hati) dan Tarbiyah badan. Selain itu Ibnu Qayyim juga menjelaskan bahwa hakikat pendidikan islam yang lainnya juga mencakup dua hal yaitu pendidikan berkaitan dengan ilmu seseorang dan pendidikan yang berkaitan dengan orang lain.Tujuan Pendidikan Islam perspektif Ibnu Qayyim adalah menanamkan akhlak mulia dalam diri anak didik sekaligus menghapus dan memerangi akhlak buruk dari diri mereka; Menciptakan kebahagiaan dalam dirinya; Selalu memperhatikannya baik ketika mereka sedang tidur maupun ketika sedang berkomunikasi (berbicara); Mengarahkan cara berinteraksi dengan manusia lainnya; Memperhatikan pakaian agar jangan sampai menggunakan yang diharamkan; Mengarahkan bakatnya sekaligus mengembangkannya dengan memberinya tarbiyah diniyah (pendidikan agama).Sedangkan Strategi Pendidikan Islam menurut Ibnu Qayyim berpengaruh dari: Al-Manhaj; Adabadab Murabbi (pendidik) dan adab pelajar.
Journal article

Integritas dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Sekolah atau Madrasah

    Isu Integritas dan akuntabilitas akhir-akhir ini semakin gencar dibicarakan seiring dengan tuntutan masyarakat akan pentingnya pendidikan yang bermutu, Sesuai ketentuan dalam MBS bahwa dalam pengelolaan keuangan sekolah juga harus menganut prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. Berdasarkan Kepmendagri 13/2006 tentang Pelaporan Pengelolaan Keuangan Daerah, akuntabilitas diartikan sebagai mempertanggung jawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada Pemerintah Daerah atau Yayasan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan secara periodik. Integritas; (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukannya, “satunya kata dengan perbuatan”. fungsinya adalah sebagai Cognitive Function of Integrity yang meliputi kecerdasan moral dan self insight. Sedangkan self insight itu sendiri meliputi self knowledge dan self reflection. Berarti, integritas berfungsi memalihara moral atau akhlak seseorang yang kemudian mendorong dia untuk memiliki pengetahuan yang luas. Affective functions of integrity yang meliputi conscience dan self regard. manusia berkembang secara seimbang yang mempunyai 3 ciri dimensi; dimensi Fisik, Psikis/jiwa, dan dimensi Sosial. Adapun Ciri-cirinya adalah; 1) Selalu menepati janji, 2) Taat asa tidak plin plan, 3) Komitmen dan bertanggung jawab, 4) Satu kata satu perbuatan, 5) Jujur dan terbuka, 6) Menjaga prinsip dan nilai-nilai yang diyakini. Akuntabilitas adalah kewajiban memberikan pertanggungjawaban dan menerangkan kinerja serta tindakan penyelenggara organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewajiban untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Semakin kecil partisipasi stakeholders dalam penyelenggaraan manajemen sekolah/madrasah, maka akan semakin rendah pula akuntabilitas sekolah/madrasah. Asian Development Bank (ADB) menegaskan adanya konsensus umum bahwa good governance dilandasi oleh 4 pilar yakni; 1) akuntabilitas, 2) transparansi, 3) dapat di prediksi, dan 4) partisipasi.
Suggested For You
Journal article

Nilai-nilai Sosial Dan Pendidikan Islam Perspektif Kitab Kasyful Ghummah Fi Isthina'il Ma'ruf Wa Rahmatil Ummah Karya Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki

It is important for teachers to know the social values in Islamic education in order to be able to realize the goals of Islamic education, namely to make human beings who obey and submit to all Islamic teachings and prosper in the hereafter. This study uses a type of library research or literature study. The results of the final analysis, using descriptive analysis methods to present facts systematically. Based on these problems, this study intends to discuss the values ??of Islamic education, especially the values ??of social education. The author is interested in discussing this by focusing on discussing social values ??and Islamic education in the perspective of the book Kasyful Ghummah Fi Isthina'il Ma'ruf Wa Rahmatil Ummah by Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki. In this study the results obtained are as follows: a) Social values ??in the perspective of the book Kasyful Ghummah by Sayyid Muhammd Bin Alawi Al-Maliki, contain the value of helping each other, kinship, loving each other. The values ??of Islamic Education in the perspective of the book Kasyful Ghummah by Sayyid Muhammd Bin Alawi Al-Maliki contain the meaning of the value of moral education and worship.
Read more articles