Recently Published
Most Viewed
Journal article

Analisa Penjadwalan Proyek Dengan Metode Pert Di PT. Hasana Damai Putra YOGYAKARTA Pada Proyek Perumahan Tirta Sani

Dalam perencanaan dan pengendalian proses produksi sering dihadapi adanya berbagai kendala, misalnya terjadi stock out (kekurangan) bahan, banyaknya waktu longgar, kesalahan dalam urutan kerja dan sebagainya. Ada beberapa permasalahan dalam proses pembuatan Perumahan, antara lain adanya keterlambatan waktu penyelesaian dari yang telah direncanakan yang mengakibatkan pihak Perusahaan mengalami kerugian. Metode penelitian melakukan penelitian untuk mendapatkan data secara langsung pada Perusahaan yang menjadi objek penelitian, yaitu Interview dan Dekuenter. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan Diagram Network dan untuk mempermudah digunakan metode “Algorithma”. Selain itu menggunakan Metode Penulisan ES, EF, LS, LF dan PERT (program evaluation and review technique), menggunakan 3 estimasi waktu penyesuaian, yaitu Expected Time (ET) dan Estimasi probabilitas waktu penyelesaian (Z). Berdasarkan hasil analisis bahwa kebutuhan proyek pada dasarnya cukup baik, namun tidak diikuti dengan pengawasan yang baik. Dengan penerapan metode PERT dan CPM maka dapat diketahui besarnya waktu yang dibutuhkan, besarnya tingkat keyakinan yang dinginkan dalam menentukan waktu setiap kegiatan, pengawasan terdapat aktivitas khususnya yang berada dalam jalur kritis dapat lebih dikonsentrasikan, dan dari segi waktu penyelesaian untuk awal adalah 201 hari dan untuk usulan (dipercepat) adalah selama 168 hari, sehingga terjadi efisiensi waktu selama 33 hari. Kata kunci: manajeman proyek, network planning, metode PERT
Journal article

Perbandingan Estimasi Anggaran Biaya antara Bow, Sni dan Metode Perhitungan Kontraktor pada Proyek Rumah Susun (Rusun) Pulogebang Jakarta Timur

Dalam sebuah proyek konstruksi, perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan pembangunan gedung dan bangunan di bidang konstruksi, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan yaitu Analisa Biaya Konstruksi. Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa BOW (Burgelijke Openbare Werken) maupun analisa SNI (Standarisasi Nasional Indonesia). Para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi, walaupun tidak terlepas dari analisa BOW dan SNI. Metode penelitian dalam melakukan analisa Rencana Anggaran Biaya (RAB) yaitu dengan BOW, SNI dan Metode Perhitungan Kontraktor. Dari perhitungan masing-masing analisa rencana anggaran biaya yang ada, didapat perbandingan rencana anggaran biaya antara metode BOW, SNI dan Metode Perhitungan Kontraktor. Rencana anggaran biaya yang ekonomis dengan menggunakan Metode Perhitungan Kontraktor yaitu sebesar Rp 9.846.278.000,- sementara hasil analisa rencana anggaran biaya BOW yaitu sebesar Rp 13.591.871.000,- sedangkan analisa rencana anggaran biaya SNI yaitu sebesar Rp 12.836.347.000,- Kata kunci: RAB, BOW, SNI, Metode Perhitungan Kontraktor dan Harga Satuan Pekerjaan
Suggested For You
Journal article

Identifikasi Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Black Spot Area) Berbasis Sistem Informasi Geografis

Hampir seluruh kegiatan yang dilakukan membutuhkan sarana transportasi, jika sarana transportasi tidak berjalan dengan baik diakibatkan adanya kecelakaan lalu lintas maka kegiatan yang dilakukan tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itu, maka dibuat sistem informasi yang dapat mendukung yaitu SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk dapat memperoleh informasi mengenai daerah rawan kecelakaan sehingga dapat melakukan upaya-upaya untuk mengurangi dan mencegah kecelakaan. Data yang ditampilkan merupakan sebagian ruas jalan arteri dan kolektor yang ada di Kota Bekasi, yaitu berupa identifikasi daerah rawan kecelakaan secara visual, yang terdiri dari theme jalan dan ruas jalan , informasi tabel, grafik, dan foto. Berdasarkan data tahun 2007-2009, tingkat kecelakaan terus meningkat sebesar 48% dengan pertumbuhan rata-rata 400,67 per tahunnya. Lokasi kecelakaan yang memiliki bobot paling besar adalah pada jalan Siliwangi, dengan 61 kecelakaan dan bobot 426. Sedangkan severity index (indeks tingkat keparahan) terjadi pada jalan Perjuangan sebesar 0,409. Kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah sepeda motor sebesar 60,223%. Pada identifikasi daerah yang rawan kecelakaan terdapat 9 jalan rawan dan 4 jalan tidak rawan. Kata kunci: Daerah rawan kecelakaan, kecelakaan lalu lintas, SIG
Journal article

Pengukuran Nilai California Bearing Ratio (Cbr) Lapis Perkerasan Aspal Dengan Alat Dynamic Cone Penetrometer (Dcp)

Journal article

Evaluasi Teknis Sistem Drainase di Kawasan Kampus Universitas Islam “45” Bekasi

Journal article

Pengukuran Nilai California Bearing Ratio (Cbr) Lapis Perkerasan Aspal Dengan Alat Dynamic Cone Penetrometer (Dcp)

Journal article

Evaluasi Teknis Sistem Drainase di Kawasan Kampus Universitas Islam “45” Bekasi

Read more articles
Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This academic journal is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon