Recently Published
Most Viewed
Journal article

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Berorientasi 3R (Reuse, Reduce And Recycle) untuk Meningkatkan Kreativitas dan Sikap Peduli Lingkungan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penerapan mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) berorientasi 3R (Reuse, Reduce and Recycle) di Program Studi PGSD Universitas Majalengka. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen yang melibatkan mahasiswa PGSD semester VI, yaitu kelas VI J dan kelas VI H. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket, observasi, dan pembuatan produk. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan bantuan software SPSS 21. Dari penelitian ini dapat disimpulkan: (1) pelaksanaan penerapan mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) berorientasi 3R (Reuse, Reduce and Recycle) ada lima tahapan yaitu tahap pendahuluan, tahap pembentukan konsep, tahap aplikasi konsep, tahap pemantapan konsep dan tahap evaluasi; (2) kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran PLH berorientasi 3R (Reuse, Reduce and Recycle) tergolong tinggi, dimana kreativitas mahasiswa yang dilihat dari kreativitas dalam pembelajaran maupun kreativitas dalam pembuatan produk berorientasi (Reuse, Reduce and Recycle) tergolong tinggi; (3) sikap peduli lingkungan di kalangan mahasiswa calon guru SD sebelum perkuliahan PLH berorientasi (Reuse, Reduce and Recycle) tergolong cukup baik dan setelah perkuliahan PLH berorientasi (Reuse, Reduce and Recycle) tergolong baik.
Journal article

Implementasi Steam (Science, TECHNOLOGY, Engineering, Art and Mathematics) Dalam Pembelajaran Abad 21

The 21st century world of work requires workers to have mastery in science and technology as well as a variety of communication skills, critical thinking, creativity and collaborative abilities. Science learning especially in Indonesia in general has not directed students to master these skills. For this reason, it is necessary to develop learning that is able to integrate Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics through STEAM Implementation in this 21st century learning. STEAM learning is able to increase students 'academic mastery as well as implementing it in students' daily lives so it is hoped that through STEAM learning, students are able to practice 21st century skills. STEAM Implementation in Learning is the process of applying ideas, ideas, and concepts contained in the meta discipline of science in a learning that is expected to improve abilities both in the cognitive, affective and psychomotor aspects of students in the face of technological progress. This research discusses how the implementation of STEAM in 21st Century learning, specifically science learning. This study aims to provide benefits related to STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics and its Implemenlation in the 21st Century learning, especially science learning in schools, both teachers and lecturers as instructors.
Suggested For You
Journal article

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Sistem Indera dengan Menggunakan Model Pembelajaran Explicit Instruction (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas XI IA 1 SMA Negeri 1 Maja)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Biologi konsep Sistem Indera melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction di kelas XI IA 1 SMA Negeri Maja. Desain penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Tanggart dengan menggunakan dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IA 1 SMA Negeri 1 Maja. Data yang dikumpulkan berupa data pelaksanaan tindakan kelas dan data peningkatan hasil belajar Biologi, lembar observasi, dan wawancara siswa kelas XI IA 1 SMA Negeri 1 Maja, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Explicit Instructionpada konsep Sistem Indera terdapat peningkatan hasil belajar dari tiap siklusnya peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari meningkatnya nilai posttest terhadap nilai pretest yang dilaksanakan dari 2 siklus. Pada siklus I rata-rata pretest sebesar 60 dan posttest sebesar 80,61 sedangkan siklus II rata-ratapretest sebesar 70,30 dan posttest sebesar 90. Terbukti bahwa terdapat peningkatan hasil belajar dari siklus I terhadap siklus II, peningkatannya sebesar 9,39 %.
Journal article

Kebutuhan Media Praktikum Anatomi Tumbuhan Berbasis Mikroskop Digital Sistem Blended Learning

Journal article

Mempersiapkan Calon Guru Matematika dan IPA dalam Menghadapi Era Industri 4.0

Journal article

Hubungan Pola Hidup dan Berat Badan Mahasiswa Pendidikan Biologi Semester 7a

Read more articles