Recently Published
Journal article

Identifikasi Larutan Batang Smilax SP Terhadap Moluskisida

Uji Toksisitas Smilax SP terhadap Larva Chrysomya Megacephala Fabricus (Lalat Hijau)

Analyzing the Logical Reasoning Abilities of Pre Service Chemistry Teacher

Most Viewed
Journal article

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Penggunaan Metode Demonstrasi pada Mata Pelajaran IPA di Kelas I SD Inpres 31 Kabupaten Sorong

Adapun tujuan penelitian ini, yang terkait dengan perbaikan pembelajaran IPA di kelas I SD Inpres 31 Kabupaten Sorong adalah sebagai berikut : 1). Meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan alat peraga, 2). Meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode demonstrasi 3). Mendeskripsikan cara mengaktifkan siswa melalui Tanya jawabPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Penelitian tindakan kelas yang penulis laksanakan di kelas I di SD Inpres 31 Kabupaten Sorong , untuk mata pelajaran IPA dilakukan pada tanggal 24 Februari, 03 Maret 2014 dan 17 maret 2014. Sedangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan pada tanggal 23 Februari, 02 Maret 2014 dan 16 Maret 2014. Penelitian dilakukan pada kelas I dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian diperoleh yakni penelitian tersebut, dan kesimpulannya sebagai berikut : 1). Penelitian Tindakan Kelas yang penulis lakukan merupakan penelitian yang terencana melalui tindakan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan guru di kelasnya sendiri. 2). Penelitian Tindakan Kelas yang penulis lakukan bertujuan untuk memperbaiki kinerja guru sebagai pengajar, agar kualitas pembelajaran yang guru lakukan menjadi lebih baik lagi. 3). Langkah – langkah Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari identifikasi masalah, analisis masalah, Perumusan masalah, perencanaan perbaikan,pelaksanaan perbaikan, analisis data, dan refleksi. 4). Pada mata pelajaran IPA mulai dari RP ke RPP untuk niali rata – rata siswa dari 67,5 menjadi 76, ada kenaikan sementara dari RPP I ke RPP II nilai rata –rata memperoleh kenaikan dari 76 menjadi 81. Jadi, ada kenaikan yang significant. 5). Penggunaan alat peraga yang konkrit dalam kegiatan pembelajaran dapat mempercepat proses penyampaian dan penyerapan materi pembelajaran, sehingga siswa lebih memahami materi pembelajaran. 6). untuk lebih mengaktifkan siswa dalam pembelajaran, siswa dilibatkan langsung dalam proses pembelajaran. 7). Motivasi yang dilakukan harus lebih diaktifkan dengan cara menyampaikan pentingnya pembelajaran kepada siswa. 
Journal article

Identifikasi Anatomi Tumbuhan Sirih Hutan (Piper Aduncum L)

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui anatomi tumbuhan sirih hutan. Instrumen yang digunakan yakni dokumentasi dan mikroskop. Penelitian yang menggunakan metode observasional. Populasi dalam penelitian adalah tumbuhan sirih hutan (Piper aduncum L). Sampel dalam penelitian adalah anatomi tumbuhan sirih hutan di Aimas Kabupaten Sorong. Variabel dependent/tetap adalah anatomi tumbuhan.Variabel independent/bebas adalah Anatomi tumbuhan sirih hutan. Hasil penelitin diporeh masa jenis yakni, akar 22.73 m/v, batang 14.10m/v, daun 13.11 m/v, buah, 9.3mv . Dan anatomi terdapat jaringan, epidermis, vascular silinder, parenkim, floem, xylem, jaringan dasar korteks dan tentunya memiliki fungsih yang berbeda. Dalam penelitian ini yang dikaji karakteristik anatomi akar diteliti ialah struktur epidermis, korteks, endodermis, floem, xylem, perisikel. Karakteristik anatomi batang yang diteliti ialah struktur epidermis, berkas pembuluh, parengkim. Karakteristik anatomi daun yang diteliti ialah epidermis, kolenkim, stomata, xylem floem. Karakteristik anatomi buah tumbuhan yang di teliti ialah, epidermis, korteks, floem, xylem, vascular bundlc, parenchyma. Dari penelitian antomi tumbuhan sirih hutan yang di amati maka, dapat di simpulkan bahwa tumbuhan sirih hutan merupkan tumbuhan monokotil.
Suggested For You
Journal article

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Kemamampuan berpikir kritis merupakan kemamapuan yang harus dimiliki oleh peserta didik, dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran. Penerapan  model pembelajaran berbasis masalah dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemamapuan peserta didik dalam berpikir kritis Jenis penelitian ini adalah kuantitatif-eksperimen semu dengan desain penelitain nonequivalent pretest posttest control group design. Jumlah Populasi dalam  penelitian adalah 262 orang yang tergabung dalam kelas VII SMP Negri Mataram. Sampel penelitian berjumlah 114 orang yang terbagi menjadi 4 (Empat) kelas, diambil dengan menggunakan teknik sampling purposive. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpiki kritis adalah tes essy. Data dianalisis menggunakan uji Anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah.
Read more articles