Recently Published
Most Viewed
Journal article

Inventarisasi Jenis Pohon Buah yang Dibudidayakan di Lembo (Kebun Hutan) di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda

Masyarakat Sambutan banyak mengelola Lembo (kebun hutan) yang merupakan salah satu pemanfaatan lahan secara tradisional dimana umumnya didominasi oleh vegetasi dan buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan manfaat yang diperoleh dalam pengelolaan pohon buah hutan. Metode analisis deskrirtif kualitif dengan wawancara kepada responden 0-10%.  Hasil yang didapat jenis buah durian (Durio zibethimus), kedondong (Spodias dulcis), kueni (Mangifera odorata), langsat (Lansium domesticum), melinjo (Gnentum gnemon), nangka (Arthocarpus interger), pisang (Musa Paradisiaca), rambutan (Nephelium lappaceum), sirsak (Annona muricata), sukun (Artocarpus communis), jambu air (Eugenia aquea). Pinang (Areca catechu), kelapa (Cocos mucifera), aren (Arenga pinnata), bamboo (Bambusa vulgaris), kopi (Coffea sp), kemiri (Aleurites moluccana). Manfaatnya sebagai pangan, pendapatan, obat, pewarna pakaian, bahan bangunan, dan bahan bakar. Pengelolaan pohon buah hutan di Lembo dengan melakukan kegiatan mengelola lahan antara lain (a) pemilihan lahan yaitu, dinilai masih sangat sederhana dengan melihat dari penampakan hutan, tajuknya hijau, sangat rapat dan lebat serta keadaan tanah yang berwarna gelap (b)  penyiapan lahan yaitu, penebasan semak belukar, penebangan pohon, pencincangan batang atau ranting, pembakaran, dan sisa pembakaran dijadi abu sebagi pupuk tanah (c) pembibitan yaitu, bibit tidak dibeli melainkan didapat dari hutan atau permudan alam  (d) penanaman yaitu, dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja (e) pemeliharaan yaitu, tidak ada pemeliharaan yang intensif (f) pemanenan yaitu, hasil pemanenan dinikmati setahun sekali (g) peremajaan yaitu, tanaman yang tidak produktif diganti.
Journal article

Pemanfaatan Drone dalam Pemetaan Kontur Tanah

Sejak tahun 2016 pemerintah melaksanakan percepatan pendaftaran tanah sistematik lengkap hingga pada tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia telah terdaftar. Pada tahun 2018 saja pemerintah menargetkan 7 juta bidang, dan tahun 2019 menargetkan 9 juta. Untuk mencapai target tersebut diperlukan teknologi yang bisa mengatasi hal tersebut. Drone, yang lebih dikenal Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau teknologi pesawat tanpa awak sebagai solusi untuk pemetaan tanah dengan target yang banyak, feksibilitas waktu dan areal pemotretan yang diinginkan, dan hasil pemotretan resolusi spasial yang detail serta biaya yang relatif lebih murah dibandingkan harga perekaman dengan satelit. Penggunaan drone untuk percepatan pemetaan tanah adalah pilihan yang tepat karena hasil pemotretan drone punya resolusi spasial yang tinggi sehingga sesuai dengan aturan pemetaan bidang tanah dan harganya murah.
Suggested For You
Journal article

Pembuatan Sirup Nanas dengan Metode Blanching dan Perendaman Garam

Nanas merupakan komoditi lokal yang berlimpah produksinya dan mudah rusak. Sirup nanas merupakan salah satu alternatif pengolahan paska panen. Rasa gatal disebabkan kandungan asam oksalat pada nanas. Mengurangi kandungan asam oksalat pada nanas mempengaruhi viskositas dan kejernihan sirup nanas. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kandungan asam oksalat, meningkatkan viskositas dan kejernihan sirup nanas dengan metode blanching dan perendaman garam. Analisa yang dilakukan terhadap sirup nanas yaitu derajat keasaman (pH), viskositas, kadar asam oksalat, dan uji warna menggunakan lovibond. Hasil pengujian sirup nanas dengan metode perendaman garam menjelaskan penurunan kadar asam oksalat sebesar 28,3%, sedangkan metode blanching menurunkan 15,1%. Metode blanching dan perendaman garam juga dapat meningkatkan kejernihan atau kecerahan pada sirup nanas dengan nilai lightness/kecerahan (L*) blanching 36,02 dan perendaman garam 31,94 lebih tinggi dari sirup kontrol 30,14. Viskositas sirup dengan metode blanching yaitu 1,2 dpas, lebih kental 4 kali dari kontrol dan 6 kali lebih kental metode perendaman air garam.
Read more articles