Recently Published
Journal article

Hubungan Kesejahteraan Psikologis dengan Stres pada Mahasiswa Tingkat Akhir Selama Masa Pandemi Covid

Journal article

Kualitas Bakteri Udara Ruang Operasi Rumah Sakit di Wilayah Kota Jayapura

Journal article

Hubungan Kesejahteraan Psikologis dengan Stres pada Mahasiswa Tingkat Akhir Selama Masa Pandemi Covid

Journal article

Kualitas Bakteri Udara Ruang Operasi Rumah Sakit di Wilayah Kota Jayapura

Most Viewed
Journal article

Determinan Stunting Anak 6 - 24 Bulan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Latarbelakang :  Masalah gizi pada Balita masih merupakan masalah kesehatan masyarakat (public health problem)  jika prevalensi pendek(stunting) >20%. Prevalensi stunting secara umum didunia juga termasuk pada masalah kesehatan masyarakat karena masih sebesar 26% (WHO, 2012). Secara nasional prevalensi stunting pada Balita di Indonesia  adalah 37,2%. Hal ini berarti bahwa masalah gizi di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius Sementara proporsi Balita stunting  48,2%  di Provinsi NTT termasuk masalah kesehatan masyarakat yang kritis (Riskesda 2013). Tujuan : Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stunting anak 6 – 24 bulan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Sembilan wilayah kecamatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Data  konsumsi makanan baduta diperoleh melalui recall konsumsi, sedangkan data  lainnya diperoleh melalui kuisioner oleh tenaga enumerator. Analisis zat gizi pada makanan menggunakan food processor 2 (FP2). Uji statistik yang digunakan adalah chi-Square Hasil : Jumlah responden yang diteliti sebanyak 3480 anak, yang stunting dan severe stunting sebanyak 1416 anak (40,7%), sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 1870 anak (53,7%), untuk umur 12 - 24 bulan sebanyak 1916 anak (55,1%), dimana hasil uji chi square signifikan p < 0,05. Pendidikan ibu dan bapak masing-masing 1827 orang (52,5%) dan 1754 orang (50,4%) berpendidikan dasar tidak tamat dan tamat SMP dengan pekerjaan yang mayoritas petani  ibu(83,3%) dan bapak (65,0%), sosial ekonomi sebagian besar tergolong rendah (83,5%). TB ibu bermakna secara signifikan (p = 0,000) begitupun dengan paritas dan jarak kelahiran diperoleh hasil uji chi-square bermakna secara signifikan p < 0,005, sementara memberikan ASI Eksklusif hanya 596 orang (17,1%) Kebutuhan zat gizi tidak mencapai Recommended dieatery allowanced (RDA) <80% AKG, asupan energy (90,3%), protein (82,6%), Lemak (97,9%) dan KH (82,0%). Riwayat penyakit diare (17,4%), demam (32,6%), sesak (2,3%), batuk (31,0%) dan beringus (29,2%) dan hasil uji chi-square hanya demam yang bermakna dengan p = 0,016.  Hasil logictic regresi diperoleh faktor jenis kelamin dan tinggi ibu yang paling berhubungan dengan status gizi stunting. Kesimpulan: faktor determinan stunting adalah usia anak, jenis kelamin, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, tinggi ibu, paritas, jarak kelahiran, asupan protein dan  riwayat penyakit demam. Kata Kunci : Stunting,  anak usia 6 -24 bulan
Journal article

Penerapan Perawatan Payudara pada Pasien Post Natal Care (Pnc) terhadap Keberhasilan Menyusui

Post Natal Care dimulai sejak 2 jam pertama setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu/42 hari setelah itu. Selama masa nifas, ibu akan mengalami Perubahan fisiologis. Perubahan terjadi pada sistem reproduksinya. Perubahan pada sistem reproduksi tersebut diantaranya adalah payudara (mamae), involutio uterus, pengeluaran lokia, Perubahan pada endometrium, serviks, vulva dan vagina, dan pada perineum. Data menunjukkan jumlah persalinan normal pada tahun 2015 jumlah ibu nifas sebanyak 589 orang (64%), tahun 2016 jumlah ibu nifas sebanyak 931 orang (65%), tahun 2017 sebanyak 1.230 orang (67%), tahun 2018 sebanyak 804 orang. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penerapan perawatan payudara terhadap keberhasilan menyusui maternal pada pasien Post Natal Care (PNC). Desain studi kasus ini adalah menggunakan desain penelitian deskriptif dengan bentuk penerapan studi kasus dengan subjek studi kasus menggunakan satu orang pasien sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data diperoleh dengan pengkajian dan wawancara secara langsung kepada pasien serta dokumen-dokumen yang ada Di Rumah Sakit. Hasil studi kasus ditemukan bahwa penerapan perawatan payudara efektif dalam meningkatkan volume produksi ASI yang keluar. Bagi Rumah Sakit diharapkan dapat menambah dan mengembangkan ilmu yang sudah ada serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya untuk penerapan perawatan payudara pada Ibu Post Partum dengan masalah payudara dan ASI.
Journal article

Identifikasi Jamur Pathogen pada Air Bak Toilet SPBU di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru

Journal article

Efektivitas Terapi Spritual Shalat dan Dzikir terhadap Kontrol Diri Klien Penyalahgunaan Napza

Journal article

Analisis Kadar Fe pada Lemiding Tua dan Muda di Wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat

Journal article

Identifikasi Jamur Pathogen pada Air Bak Toilet SPBU di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru

Journal article

Efektivitas Terapi Spritual Shalat dan Dzikir terhadap Kontrol Diri Klien Penyalahgunaan Napza

Journal article

Analisis Kadar Fe pada Lemiding Tua dan Muda di Wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat

Suggested For You
Journal article

Management Casus : Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Demam Thypoid

Demam Thypoid adalah adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada pencernaan, dan gangguan kesadaran (Lestari, 2016). Pemberian kompres hangat didaerah axilla mempunyai pengaruh yang baik dalam menurunkan suhu tubuh pada anak demam karena didaerah tersebut memiliki pembuluh darah yang besar. Di Indonesia pada tahun 2013 jumlah penderita demam thypoid sebesar 9.747 kasus pada penderita rawat inap (Kemenkes, 2013). RSUD Kota Kendari mencatat bahwa penderita thypoid pada anak tahun 2016 sebanyak 199 kasus, tahun 2017 sebanyak 234 kasus, dan pada tahun 2018 sebanyak 229 kasus (Rekam Medik dn SIRS RSUD Kota Kendari). Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada anak demam thypoid dalam penurunan suhu tubuh. Metode: Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian deskriptif yaitu dengan studi kasus. Hasil: Diagnosa Keperwatan yaitu hipertermi berhubungan dengan penyakit. Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3x24 jam didapatkan evaluasi hasil suhu 37,0ºC, nadi 100 kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, tekanan darah 110/70 mmHg, dan tidak ada peningkatan suhu kulit. Kesimpulan: kompres hangat dapat mengatasi peningkatan suhu tubuh.
Read more articles