Recently Published
Most Viewed
Journal article

Analisis Strategi Cyber Public Relations PT Pertamina (Persero) untuk Sosialisasi Penyesuaian Harga Lpg 12 Kg Studi Kasus pada Kompetisi Blog Kompasiana oleh Pertamina

Sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini telah menggunakan internet untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Melihat fenomena tersebut, banyak Perusahaan mulai aktif mengambil langkah untuk melakukan persuasi dan mengontrol opini public melalui internet. Salah satu Perusahaan yang memanfaatkan media online untuk berkomunikasi dengan publik adalah PT Pertamina (Persero). Kebijakan kenaikan harga produk LPG 12 kg yang dicanangkan sejak 2014 lalu menimbulkan gejolak pada masyarakat, sehingga Pertamina berinisiatif untuk menjalankan strategi sosialisasi LPG 12 kg melalui berbagai media, salah satunya media sosial. Taktik utama yang dilaksanakan Pertamina dalam strategi media sosialnya adalah Kompetisi Blog Kompasiana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengetahui latar belakang dipilihnya cyber public relations sebagai salah satu strategi sosialisasi, proses perencanaan dan pelaksanaan strategi cyber public relations khususnya Kompetisi Blog Kompasiana, serta mengetahui bagaimana respon publik terhadap kebijakan kenaikan harga LPG 12 kg setelah pelaksanaan Kompetisi Blog Kompasiana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi online, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi LPG 12 kg melalui strategi Cyber PR sudah cukup strategis dan memicu respon positif masyarakat, terbukti dari intensitas gejolak pada publik yang sudah jauh berkurang. Kata kunci: cyber public relations, perencanaan komunikasi strategis, blog, media sosial, LPG 12 Kg A large amount of Indonesian cizitens are now using internet to communicate and spread information. Therefore, companies nowadays starting to take steps to persuade and control public opinion through the internet. One of those is PT Pertamina (Persero). The price adjustment policy of LPG 12 kg which was initiated on January 2014 causes public upheaval. Hence, Pertamina took the initiative to plan and execute a socialization strategy of LPG 12 kg through wide variety of media, one of them is social media. The main tactic from social media strategy is Kompasiana Blog Competition by Pertamina. This is a qualitative research using case study method that aims to discover the reason behind Pertamina's decision to choose cyber public relations as one of the information dissemination strategy, the planning and implementation process of cyber public relations strategy especially Kompasiana Blog Competition, and to see how public respond to the adjustment price policy after the implementation of Kompasiana Blog Competition. The data collection technique conducted through in-depth interview, online observation, and document tracking. The result of this research shows that the socialization of LPG 12 kg through cyber public relations strategy is proven to be strategic and triggered positive responds from the public that could be seen through the lessening of upheaval intensity.
Journal article

Komunikasi Lintas Budaya antara Pedagang Lokal dengan Wisatawan Asing di Pantai Sanur

Interaksi antara pedagang dengan para wisatawan asing menarik untuk diteliti. Para pedagang yang umumnya berlatar belakang budaya Bali dan sebagian besar berlatar belakang pendidikan dasar ini setiap harinya melakukan komunikasi dengan para wisatawan yang memiliki bahasa dan budaya yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana pola komunikasi lintas budaya pedagang lokal dengan wisatawan asing dalam berkomunikasi di Pantai Sanur? (2) Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat pedagang lokal dengan wisatawan asing dalam berkomunikasi di Pantai Sanur? Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Pantai Sanur, yang meliputi daerah Semawang, Sindu, dan Padang Galak. Adapun informan penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Tipe penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini dipaparkan konsep pola komunikasi, proses adaptasi lintas budaya, komunikasi interpersonal, perilaku dalam komunikasi, konsep komunikasi lintas budaya. Model komunikasi lintas budaya dari para pedagang lokal dengan para wisatawan asing bahwa para pedagang menggunakan komunikasi dengan bahasa non-verbal seperti misalnya lambaian tangan, jabatan tangan, senyuman dan tatapan mata. Pedagang lokal juga menggunakan bahasa verbal yaitu dengan menggunakan kalimat bahasa Inggris yang pendek dan tanpa memperhatikan pola bahasa Inggris yang benar. Beberapa hal yang menjadi pendukung komunikasi lintas budaya antara pedagang dengan wisatawan asing adalah faktor budaya pedagang di Pantai Sanur yang memiliki karakter terbuka dan ramah terhadap orang asing. Faktor lainnya adalah faktor kebutuhan ekonomi yang mengharuskan para pedagang berusaha berkomunikasi dengan para pendatang. Sedangkan yang dianggap sebagai faktor penghambat adalah minimnya penguasaaan bahasa Inggris yang baik dan benar. Serta kurangnya pemahaman akan perlunya pelayanan prima terhadap para wisatawan.
Suggested For You
Journal article

Saat Perempuan Mengintip Cinta Demaskulinisasi dalam Reality Show “Playboy Kabel”

Di tengah unsur voyeurisme yang tersaji dalam acara reality show, secara umum bisa dikatakan bahwa acara sejenis selalu memaparkan persoalan kuasa melalui pandangan yang tidak tersadari. Berdasarkan karakteristik utama voyeurisme dan kuasa ini, acara realitas percintaan memaparkan sebuah persoalan yang menarik. Giur yang dibawa dalam acara realitas bertema percintaan tidak semata akses atas ranah privat relasi percintaan, namun sebagai satu kemasan medium hiburan, budaya pop secara keseluruhan menjadi wadah kontestasi lebih lanjut atas waham nilai dan identitas perempuan dan laki-laki dalam berelasi di tengah masyarakat. Bila voyeurisme merepresentasikan kuasa, maka sekilas acara realitas Playboy Kabel menyajikan deskonstruksi nilai sosial yang menarik untuk ditelaah, dalam posisi kuasa nilai relasi di tengah masyarakat. Tulisan ini berupaya memaparkan sejauh mana deskonstruksi makna kuasa dalam relasi percintaan heteroseksual disajikan dalam acara Playboy Kabel. Ketidaksadaran atas unsur voyeurisme dapat bergerak dalam pendulum antara dua titik ekstrem, penstabilan, dan deskonstruksi nilai di tengah masyarakat. Kata Kunci: acara realitas, televisi, voyeurisme, perempuan, Playboy Kabel Amid element of voyeurism that is presented in the reality show, in general it can be said that voyeurism always inscribe the issue of power through views that are likely to be unconcious. Based on the main characteristics of voyeurism and power of views, romance reality show exposes an intresting issue. Romance-themed reality show present the private sphere of romantic relationship can be seen as a pop culture product entertainment that becomes a contestation sphere of identities among women and men as well as a representation of gender identities in relationships within the society. When voyeurism represents power, exploring the reality show Playboy Kabel offers an interesting desconstruction of gender identity and power relations through voyeurism. This paper seeks to explain the extent to which desconstruction of power in relation heterosexual romance is presented in the reality show Playboy Kabel. Unconsciousness over voyeurism element can move in a pendulum between two extremes, stabilizing, and desconstructing the very settled gender relations in society.
Read more articles