Recently Published
Journal article

Analisis Faktor Keterlambatan Pekerjaan Preservasi Jalan Weda-Sagea Berdasarkan Persepsi Stakeholder

Studi Eksperimental Kuat Lentur Beton Serat Sisal

Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Keberhasilan sebuah Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Gedung The Stature Jakarta)

Analisis Pengaruh Pemberian Gaya Prategang pada Struktur Jembatan Gelagar Baja Komposit

Journal article

Pelaksanaan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Proyek Kontruksi, Studi Kasus Dikota Jakarta

Journal article

Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Lentur pada Beton Berpori

Journal article

Pelaksanaan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Proyek Kontruksi, Studi Kasus Dikota Jakarta

Journal article

Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Lentur pada Beton Berpori

Most Viewed
Journal article

Analisis Potensi Likuifaksi Akibat Gempa (Studi Kasus : Reklamasi Pelabuhan Kontainer Belawan Fase-2)

One of the impacts caused by an earthquake is the strength loss of the soil due to cyclic stresses calledliquefaction. Liquifaction usually occurs in loose sand. The objective of this study is to determine thepotential of liquefaction in observed project. The project observed in this study is reclamation project.Analysis for potential liquefaction is done using the Simplified Procedure Method. Firstly, determinethe value of peak acceleration in bedrock in the study area based on the 2010 Indonesian EarthquakeHazard Map. Secondly, collect soil data based on CPT-u testing. Based on these data, the accelerationvalue (Amplification/Deamplification) can be found on each soil layer when being moved from thebedrock to the ground surface. By comparing the average shear stress caused by the acceleration ofthe earthquake to the effective vertical stress at each soil layer, we can obtain the value of CyclicStress Ratio. Lastly, calculate CRR (Cyclic Resistant Ratio) which is the value of soil resistance toliquefaction. Based on CRR value, it can be seen the corrected conus penetration value (qc1N). Thethree parameters are then connected in the NCEER 1996 chart to assess which soil layers arepotentially liquefied or not during an earthquake.
Journal article

Perencanaan Jembatan Beton Prategang dengan Bentang 24 Meter Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI)

Bridge is used to connect divided road sections, which are seperated by obstacles such as deep valley, river, lake, irigation canals, railway, and also grade seperated roadway. The construction of a bridge must comply with several requirements namely stiffness, deflection, and load bearing requirement. This research is a structural analysis and design of prestressed concrete girder beam with 24m length and 6.5m width. Working loads are dead load (MS), additional dead load (MA), vehicle load (TD), braking load (TB), pedestrian load (TP), and wind load (EW). Internal forces are obtained using Finite Element Method in SAP2000 nonlinear. Design of the bridge structure follows the national standar SNI 1725:2016 and RSNI T-12-2004. Result of structural design and analysis of the prestressed concrete girder beam uses 4 prestressed beam (160cm height, 1.83m distance between beam), 20cm bridge slab, and diaphragm with the dimension of 20x165x125cm . The number of tendon used in the design is 3, and each tendon comprises of 12 strand. The amount of prestressed force caused by jacking is Pj=5351.30 kN with loss prestress 24.52%. Deflection caused on the prestressed beam is dmaks = 12.6 mm (<dijin =80 mm), and occuring stress is 8696 kPa (< allowed stress 18675 kPa).
Journal article

Analisis Efektifitas Halte di Kota Medan

Journal article

Kajian Pemilihan Moda Transportasi Rute Bandara Kuala Namu – Medan

Journal article

Kajian Kriteria Perencanaan dan Metode Pelaksanaan Struktur Reservoir

Suggested For You
Journal article

Review Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer

Beton merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan untuk infrastruktur, tetapi menggunakan semen sebagai bahan dasar. Proses produksi semen akan menghasilkan gas CO2 yang dapat meningkatkan pemanasan global. Untuk mengatasi masalah tersebut, sudah seharusnya mencari bahan pengganti sebagai bahan pengikat untuk membuat beton. Bahan pengganti semen yang mengandung silika dan alumina akan berperan penting untuk mengendalikan masalah tersebut. Fly ash merupakan limbah dari pembakaran batu bara yang memiliki sifat pozzolanic. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio alkali Na2SiO3/NaOH, molaritas NaOH, suhu dan waktu curing, umur beton pada beton geopolimer dengan bahan dasar 100% fly ash terhadap nilai kuat tekan. Rasio alkali Na2SiO3/NaOH sebesar 2,5 yang menghasilkan nilai kuat tekan yang optimal, sedangkan semakin besar molaritas NaOH akan menghasilkan kekuatan yang meningkat tetapi akan mempercepat ikat awal.Kuat tekan beton geopolimer yang di curing akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya suhu curing hingga 800C, setelah melewati 800C persentasekenaikan kuat tekan beton pada penelitian ini mengalami penurunan. Selain itu,waktu curing efektif diperoleh pada waktu 24 jam.Kekuatan tekan beton juga semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur beton, peningkatan efektif pada umur beton 7 hari.
Journal article

Pemilihan Moda Transportasi Pematangsiantar Menuju Bandara Silangit dengan Metode Stated Preference

Journal article

Perencanaan K3 Pekerjaan Bidang Konstruksi

Journal article

Analisis Geometri Bangunan terhadap Kinerja Seismik Menggunakan Direct Displacement Based Design Method

Journal article

Pemilihan Moda Transportasi Pematangsiantar Menuju Bandara Silangit dengan Metode Stated Preference

Journal article

Perencanaan K3 Pekerjaan Bidang Konstruksi

Journal article

Analisis Geometri Bangunan terhadap Kinerja Seismik Menggunakan Direct Displacement Based Design Method

Read more articles