Recently Published
Journal article

Farmers' Attitudes Against System Innovation Adoption Plant Jajar Legowo

Nutrition Change of Ikan Asam Pedas in Retort Pouch with Variation of Sterilization TIME

Antibacterial Activity of Eucheuma Cottoni Extract and Fraction Against Acne-causing Bacteria

Journal article

Marketing Analysis Pearl Lobster (Panulirus Ornatus) in East Lombok Regency

Journal article

Potential for Increased Yield of Peanut (Arachishypogaea L.) Through Combination Application of NPK and Guano Fertilizer

Journal article

The Growth Potential Test of Several Varieties of Maize (Zea Mays) in Bireuen District

Journal article

Own Pick Orange Agrotourism Development Strategy in the Merek District of Karo Regency

Journal article

Marketing Analysis Pearl Lobster (Panulirus Ornatus) in East Lombok Regency

Journal article

Potential for Increased Yield of Peanut (Arachishypogaea L.) Through Combination Application of NPK and Guano Fertilizer

Journal article

The Growth Potential Test of Several Varieties of Maize (Zea Mays) in Bireuen District

Journal article

Own Pick Orange Agrotourism Development Strategy in the Merek District of Karo Regency

Most Viewed
Journal article

Sifat Kimia dan Organoleptik Biskuit pada Berbagai Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah

Buah naga merupakan tumbuhan yang banyak memiliki manfaat. Selain daging buahnya, kulit buah naga dapat bermanfaat dalam produksi pangan sebagai pewarna makanan alami, karena kulit buah naga mengandung antioksidan salah satunya adalah antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui : 1). pemanfaatan kulit buah naga yang berperan sebagai pewarna pada pembuatan biskuit dalam bentuk ekstrak, 2). Mengetahui pengaruh substitusi ekstrak kulit buah naga merah terhadap beberapa komponen mutu biskuit.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksperimental dengan percobaan di Laboratorium. Penelitian ini di rancang dengan menggunakkkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan faktor tunggal yaitu penambahan ekstrak kulit buah naga merah yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu T0 (ekstrak kulit buah naga merah 0%, T1(10% ekstrak kulit buah naga merah), (T2 20% ekstrak kulit buah naga merah), (T3 30% ekstrak kulit buah naga merah), dan T4 ( 40% ekstrak kulit buah naga merah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit buah naga merah berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar serat dan sifat organoleptik warna, aroma, dan tekstur biskuit, sedangkan rasa tidak berpengaruh secara nyata. Semakin tinggi penambahan ekstrak kulit buah naga merah maka kadar air, kadar abu, dan kadar serat biskuit semakin meningkat. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan T4 (penambahan ekstrak kulit buah naga merah 40%) dengan kadar air 9,7%, kadar abu 10,7%, kadar serat kasar 28,7%. Sedangkan sifat organolepti rasa 3,65 (suka), aroma 4,15 (suka), warna 4 (merah), dan tekstur 3,85 (renyah).
Journal article

Analisis Kandungan Boraks dan Formalin pada Beberapa Pedagang Bakso di Kota Mataram

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui apakah terdapat kandungan boraks dan formalin pada bakso yang dijual oleh pedagang yang memiliki warung bakso permanen di Kota Mataram melalui uji di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Mataram. Hasil penelitian dapat menggambarkan penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya oleh pedagang bakso yang ada di kota mataram. Lokasi pengambilan sampel penelitian adalah beberapa tempat pedagang bakso di Kota Mataram dengan kriteria pedagang bakso yang menetap bukan pedagang kaki lima dan bukan pedagang keliling. Metode penelitian ini adalah metode eksprimental dengan melakukan uji di laboratorium. Tahapan penelitian terdiri dari: (1) proses pengumpulan sampel dari 12 pedagang bakso di kota mataram, masing-masing kecamatan diwakili 2 pedagang bakso, (2) Uji kandungan boraks dan formalin, (3) analisis sifat organoleptik bakso. Berdasarkan hasil analisis, dari 12 sampel yang dikumpulkan menunjukkan bahwa tidak ada yang mengandung boraks (0%), tetapi 100 % mengandung formalin. Keberadaan formalin pada bakso tidak mempengaruhi sifat kadar air bakso. Pada penilaian terhadap sifat organoleptik bakso terhadap parameter aroma dan rasa menunjukkan bahwa keberadaan formalin tidak memberikan pengaruh nyata, sedangkan untuk parameter warna sampel dengan skor nilai warna terendah pada perlakuan B2 yaitu 1.87 dengan penggunaan formalin pada bakso tersebut sangat tinggi, sedangkan skor nilai warna tertinggi pada perlakuan B3 yaitu 3.67 dengan penggunaan formalin agak sedikit, sehingga dapat diketahui bahwa keberadaan formalin pada pedagang bakso diwilayah kota Mataram berpengaruh terhadap warna bakso. Parameter tekstur sampel dengan skor nilai tekstur terendah pada perlakuan B2 yaitu 2.00 dengan penggunaan formalin sangat tinggi, sedangkan skor nilai tekstur tertinggi pada perlakuan B11 yaitu 3.47 dengan penggunaan formalin agak sedikit. Sehingga dapat diketahui bahwa keberadaan formalin pada pedagang bakso diwilayah kota mataram berpengaruh terhadap tekstur bakso.
Journal article

Kajian Persentase Penambahan Gula terhadap Komponen Mutu Sirup Buah Naga Merah

Journal article

Pengaruh Pemberian Daun Bambu dan Arang Bambu pada Pengelolaan Limbah Cair Tahu

Journal article

Kajian Persentase Penambahan Gula terhadap Komponen Mutu Sirup Buah Naga Merah

Journal article

Pengaruh Pemberian Daun Bambu dan Arang Bambu pada Pengelolaan Limbah Cair Tahu

Journal article

Formulasi Tepung Pisang dan Tepung Mocaf terhadap Mutu Cake

Journal article

Isolasi Mikroalga Laut dari Pantai Mapak Pulau Lombok

Journal article

Pemanfaatan Limbah Bambu sebagai Bahan Filtrasi untuk Mengurangi Kandungan Nitrogen Total dalam Air Buangan Limbah Tahu

Suggested For You
Journal article

Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman dalam Larutan Kapur Sirih terhadap Mutu Keripik Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica)

This research aimed to determine the effect of concentration and soaking time in calcium hydroxide (Ca(OH)2) on the quality of plantain chips (Musa paradisiaca formatypica). The method that used in this study was complete randomized design (CRD) with a double factors that was concentration of calcium hydroxide (1%, 5% and 10%) and soaking time (10, 20 and 30 minutes), with treatment are KP1 (1% : 10 minutes), KP2 (5% : 10 minutes), KP3 (10% : 10 minutes), KP4 (1% : 20 minutes), KP5 (5% : 20 minutes), KP6 (10% : 20 minutes), KP7 (1% : 30 minutes), KP8 (5% : 30 minutes) and KP9 (10% : 30 minutes). The data of the research were analyzed using Analysis of Variance at level 5% and tested continued using the test of Least Significant Different (LSD) at the same level if there was a real difference. The results showed that the concentration and soaking time in calcium hydroxide had a real effect on chemical qualities (water, ash, fat, and zinc/Zn) and organoleptic (taste, color, aroma, and texture) of plantain chips. In zinc content for all instruments are suitable with standard (SNI No. 01-4315-1996) for banana chips, while for moisture, ash, and fat content, not all treatments are suitable with the standard. In organoleptic parameters for taste, color, and aroma, panelists preferred treatment of KP1 (concentration of calcium hydroxide 1% and soaking time of 10 minutes) for best result, while for texture the treatment of KP9 (concentration of calcium hydroxide 10% and soaking time 30 minutes) produces the best quality based from panelist choice.
Journal article

Mutu Organoleptik Brownies Panggang yang Terbuat dari Tepung Terigu, Mocaf dan Tepung Kelor

Journal article

Inovasi Pembuatan Cookies Kaya Gizi dengan Proporsi Tepung Bekatul dan Tepung Kedelai

Journal article

Mutu Organoleptik Brownies Panggang yang Terbuat dari Tepung Terigu, Mocaf dan Tepung Kelor

Journal article

Inovasi Pembuatan Cookies Kaya Gizi dengan Proporsi Tepung Bekatul dan Tepung Kedelai

Read more articles