Recently Published
Keanekaragaman Spons pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Malang Rapat, Kabupaten Bintan Image
Journal article

Keanekaragaman Spons pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Malang Rapat, Kabupaten Bintan

Pengaruh Sumber Air Berbeda dan tanpa Perlakuan terhadap Kelulushidupan Jangka Pendek Larva Litopanaeus Vannamei Image
Journal article

Pengaruh Sumber Air Berbeda dan tanpa Perlakuan terhadap Kelulushidupan Jangka Pendek Larva Litopanaeus Vannamei

Most Viewed
Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Sembilang (Plotosus Canius) di Perairan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Image
Journal article

Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Sembilang (Plotosus Canius) di Perairan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan, dan rasio panjang usus ikan sembilang pada perairan Kota Tanjungpinang yang meliputi index of preponderance dan indeks kepenuhan lambung. Lokasi sampling ditentukan berdasarkan metode purposive sampling dengan menetapkan 3 stasiun pengamatan dan 3 kali pengulangan yang dilaksanakan pada November 2018 sampai Maret 2019. Analisis data yang dilakukan yaitu rasio panjang usus dengan panjang total, indeks bagian terbesar, dan indeks kepenuhan lambung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio panjang usus dan panjang total masing-masing pada sembilang jantan dan betina di ketiga stasiun sebesar 1,24;1,26:1,30. Index of preponderance berkisar 34,4 – 50,2%  pakan utama pada umumnya terdiri dari kelompok, kepiting, kerang, udang dan siput sehingga dapat disimpulkan ikan sembilang bersifat karnivora. Makanan pelengkap ikan sembilang dijumpai seperti detritus dan juga dari spesies Fitoplankton (Mikroalgae) yaitu Acinastrum sp. Chlorella sp. Pediastrum sp. Characium sp. Anabaena sp. Thalasionema sp. Oscillatoria sp. Ceratium sp. Peridinium sp. Navicula sp. Gyrosigma sp.
Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Image
Journal article

Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang

Kajian Stok Udang Putih (Penaeus Merguiensis) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Image
Journal article

Kajian Stok Udang Putih (Penaeus Merguiensis) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang

Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Image
Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Image
Journal article

Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang

Kajian Stok Udang Putih (Penaeus Merguiensis) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Image
Kajian Stok Udang Putih (Penaeus Merguiensis) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang Image
Journal article

Kajian Stok Udang Putih (Penaeus Merguiensis) di Perairan Senggarang Kota Tanjungpinang

Identifikasi Ikan Lokal di Tempat Pendaratan Ikan dan Pola Pemanfaatan Perikanan di Pulau Alai Image
Identifikasi Ikan Lokal di Tempat Pendaratan Ikan dan Pola Pemanfaatan Perikanan di Pulau Alai Image
Journal article

Identifikasi Ikan Lokal di Tempat Pendaratan Ikan dan Pola Pemanfaatan Perikanan di Pulau Alai

Hubungan Bivalvia dan Lamun di Perairan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan Image
Hubungan Bivalvia dan Lamun di Perairan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan Image
Journal article

Hubungan Bivalvia dan Lamun di Perairan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan

Suggested For You
Kondisi Ekosistem Mangrove di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang Image
Journal article

Kondisi Ekosistem Mangrove di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang memiliki ekosistem mangrove seluas kurang lebih 1.300 Ha, namun 100 Ha diantaranya rusak akibat penebangan dan penimbunan untuk pemukiman dan industri yang menyebabkan banjir disejumlah wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekosistem mangrove di Perairan Sei Carang, Kota Tanjungpinang. Kondisi mangrove dilihat dengan mengukur kerapatan jenis, kerapatan relatif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, dan indeks keanekaragaman. Jenis – jenis mangrove yang tumbuh di Perairan Sei Carang terdiri dari Rhizophora sp., Bruguiera sp., Avicennia sp., dan Sonneratia sp. Kawasan ini didominasi oleh jenis mangrove Rhizophora sp, yang merupakan jenis mangrove yang paling banyak ditemui. Kerapatan jenis mangrove di Perairan Sei  Carang yang paling tinggi sampai dengan yang paling rendah adalah sebagai berikut yaitu Rhyzophora sp. 3000 individu/Ha, Bruguiera sp. 983 individu/Ha, Avicennia sp. 283 individu/Ha dan Sonneratia sp. 133 individu/Ha. Jenis Rhyzophora sp. merupakan jenis mangrove yang paling tinggi tingkat kerapatannya dan Sonneratia sp. merupakan jenis mangrove yang paling rendah tingkat kerapatan jenisnya. Rata-rata kerapatan jenis mangrove di Perairan Sei Carang sebesar 1100 individu/Ha yang menunjukkan bahwa kerapatan jenis masuk ke dalam kriteria sedang dan hal ini menunjukkan kondisi mangrove masih dalam keadaan baik. tingkat keanekaragaman jenis mangrove yaitu 0,8786 (H<1) menunjukkan bahwa jenis mangrove yang ada di dominasi oleh satu jenis mangrove yaitu Rhyzophora sp., sedangkan mangrove yang lainnya seperti Bruguiera sp., Avicennia sp., dan Sonneratia sp. lebih sedikit ditemui pada lokasi penelitian.
Read more articles