Recently Published
Journal article

Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar

Journal article

Pembelajaran Berbasis Masalah-High Order Thinking Skill (HOTS) pada Materi Translasi

Journal article

Pengembangan Pembelajaran Bermedia Powtoon untuk Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel

Journal article

Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar

Journal article

Pembelajaran Berbasis Masalah-High Order Thinking Skill (HOTS) pada Materi Translasi

Journal article

Pengembangan Pembelajaran Bermedia Powtoon untuk Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel

Most Viewed
Journal article

Analisis Kebutuhan Pengembangan Soal Berbasis Kearifan Lokal

Memasukkan unsur kebudayaan ke dalam dunia pendidikan masihlah suatu hal yang langka. Jika ditinjau dari pendidikan matematika, hampir semua konteks yang ada di dalam materi matematika bersifat umum. Selain itu, menurut Astutik, dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pada proses pembelajaran di kelas, banyak di jumpai guru yang kurang memanfaatkann lingkungan terlebih kearifan lokal masyarakat setempat dalam pengembangan perangkat pembelajarannya. Penyajian soal-soal matematika dalam konteks umum pada bahan ajar yang ada seperti buku paket dan LKS memanglah sesuatu yang dapat dimaklumi, dikarenakan Indonesia dengan kekayaan budaya yang ada tidaklah semestinya memasukkan unsur beberapa budaya saja ke dalam bahan ajar yang disediakan tanpa memberikan ruang untuk kearifan lokal lain juga menunjukkan keberadaannya. Jalan keluar yang dapat diambil adalah dengan menyediakan satu buku soal matematika SMP yangmana buku tersebut memiliki konteks kearifan lokal suatu daerah. Hal tersebut menandakan bahwasanya perlu dilakukan pengembangan terhadap soal-soal matematika yang ada dan mengaitkannya dengan kearifan lokal. Meskipun materi disajikan dalam konteks yang umum, namun melalui pemberian soal matematika berbasis kearifan lokal juga berdampak pada pengetahuan dan karakter peserta didik di daerah tersebut
Journal article

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Himpunan

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis mengenai: (1) Kemampuan komunikasi matematis menghubungkan benda nyata , gambar dan diagram kedalam ide matematika. (2) Kemampuan komunikasi matematis menjelaskan idea, situasi, tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar. (3) Kemampuan komunikasi matematis menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika. (4) Kemampuan komunikasi matematis membuat model dari suatu situasi melalui tulisan, benda-benda konkret, gambar, grafik, dan metode-metode aljabar. (5) Kemampuan komunikasi matematis Menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari. Metode dalam penelitian ini menggunakan metodekualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis menghubungkan benda nyata , gambar dan diagram kedalam ide matematika tergolong rendah. Kemampuan komunikasi matematis menjelaskan idea, situasi, tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar tergolong sedang. Kemampuan komunikasi matematis menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika tergolong rendah. Kemampuan komunikasi matematis membuat model dari suatu situasi melalui tulisan, benda-benda konkret, gambar, grafik, dan metode-metode aljabar tergolong rendah. Kemampuan komunikasi matematis enjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari tergolong rendah.
Suggested For You
Journal article

Etnomatematika dalam Proses Pembuatan Tempe

Penelitian ini menelaah konsep matematika dalam proses pembuatan tempe. Tempe sebagai salah satu makanan khas Indonesia memiliki unsur etnomatematika di dalam proses pembuataannya, etnomatematika yang ditelaah adalah konsep-konsep matematika yang berhubungan dengan matematika yang dipelajari di sekolah. Sehingga, matematika yang ditemukan dalam proses pembuatan tempe ini dapat dijadikan sebagai pendekatan dalam kegiatan pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengemukakan konsep-konsep matematika sebagai sebuah aktivitas, yaitu dalam proses pembuatan tempe. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, data diperoleh melalui proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan konsep-konsep matematika dalam proses pembuatan tempe di antaranya konsep operasi bilangan, aritmetika sosial, berhitung, perbandingan, geometri ruang, debit air, volume dan waktu, pengukuran, kesebangunan dan kekongruenan, pola bilangan, serta peluang. Konsep matematika yang ditemukan adalah matematika yang juga dipelajari di sekolah.
Read more articles