Recently Published
Journal article

Analisis Kelayakan Usaha dan Strategi Pengembangan Industri Kecil Tempe di Kelurahan Setia Negara Kecamatan Siantar Sitalasari: Business Feasibility Analysis And Development Strategy Of Small Tempe Industry In Setia Negara Village, Siantar Sitalasari District

Sektor industri mengambil bahan baku dari sektor primer dan mengubahnya menjadi produk pengguna akhir. Contoh bisnis sektor industri termasuk produksi kecil pembuatan tempe. Usaha industri besar memliki sifat produktif dan memenuhi kriteria berupa memiliki kekayaan diatas 10 miliar termasuk dengan kekayaan tanah, maupun bangunan usaha yang digunakan sebagai tempat usaha. Usaha industri besar ini bisa mendapatkan kredit atau pinjaman dari bank dimana nilainya lebih dari 5 miliar rupiah. Sedangkan usaha industri menengah bisa berdiri sendiri dan didirikan oleh perorangan atau badan usaha dan bukan menjadi anak Perusahaan atau cabang Perusahaan. Untuk kriterianya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 dimana kekayaan bersihnya mencapai lebih dari 500 juta dan paling banyak adalah 10 miliar. Dan usaha industri kecil adalah usaha dalam bidang ekonomi yang produktif dan mampu berdiri sendiri dan bisa didirikan oleh perorangan atau badan usaha namun tidak menjadi anak Perusahaan atau cabang Perusahaan. Kriteria dari usaha kecil ini diatur dalam Undang - undang Nomor 20 tahun 2008 yang mana memiliki kekayaan lebih dari 50 juta. Dalam menyusun penelitian ilmiah diperlukan strategi dan langkah - langkah yang benar sesuai dengan tujuan penelitian. Hal ini dimaksudkan agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan satu metode. Dalam penelitianini, peneliti menggunakan metode kuantitatif. Profil Usaha Industri Kecil Tempe di Kelurahan Setia Negara Kecamatan Siantar Sitalasari yaitu dikelola oleh laki-laki sebanyak 60%  dan dikelola oleh perempuan sebanyak 40%, dikelola oleh penduduk berusia 30-40 tahun sebanyak 30%, usia 41-50 tahun sebanyak 40%, usia 51-60 tahun sebanyak 20% dan usia > 60 tahun sebanyak 10%, dikelola oleh penduduk berpendidikan SD sebanyak 30%, sebanyak 20% dikelola oleh penduduk berpendidikan SMP dan sebanyak 50% dikelola oleh penduduk berpendidikan SMA/SMK, sudah berdiri lama dengan lama usaha < 10 tahun sebanyak 40%, lama usaha 11-20 tahun 10%, lama usaha 21-30 tahun 30%, lama usaha 31-40 tahun 20%
Journal article

Analisis Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Pematangsiantar Tahun 2000 – 2019: Analysis Of Factors Affecting Land And Building Tax (PBB) Revenues In Pematangsiantar City 2000 - 2019

Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya didalam melanjutkan pembangunan, karena pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara untuk membiayai pengeluaran negara. Selain itu, pajak juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan nasional, baik berupa barang ataupun jasa. Kota Pematangsiantar merupakan salah satu Kota di Provinsi Sumatera Utara yang saat ini memiliki fokus dengan upaya yang maksimal terhadap penggalian sumber - sumber penerimaan dan pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh daerah. Salah satun strategi dalampeningkatan penerimaan daerah tersebut, yaitu perlunya mengetahui factor - faktor yang mempengaruhi penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruh luas tanah terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan berpengaruh positif dan signifikan. Dengan nilai probabilitas luas tanah yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,905. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruhPDRB per kapita terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan di Kota Pematangsiantar berpengaruh positif dan signifikan. Dengan nilai probabilitas luas tanah yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,801. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruhInflasi terhadap penerimaan pajak bumi dan bangunan di Kota Pematangsiantar berpengaruhnegatif dan tidak signifikan. Dengan nilai probabilitas inflasi yaitu 0,157> 0,05 dan nilai koefisien sebesar -0,084.
Most Viewed
Journal article

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Tabungan Emas di PT. Pegadaian (Persero) Kota Pematangsiantar: Factors Affecting The Demand Of Gold Savings In PT. Pegadaian (Persero) Kota Pematangsiantar

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendapatan dan harga emas terhadap permintaan tabungan emas di PT. Pegadaian (Persero). Penelitian ini dilakukan pada PT. Pegadaian (persero) JL.Thamrin No. 46 Kota Pematangsiantar.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui daftar pertanyaan yang diisi oleh responden, dan data sekunder data yang diambil dari PT. Pegadaian (Persero). Adapun sampel pada penelitian ini adalah 50 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling yang penentuan sampelnya berdasarkan kebetulan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program komputer SPSS 21. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Variabel pendapatan nasabah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan tabungan emas (Y), dan (2) Variabel harga emas (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan tabungan emas (Y) di PT. Pegadaian (Persero) Pematangsiantar. Kata kunci: Permintaan, Pendapatan Nasabah, Harga Emas, dan Tabungan Emas
Journal article

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Industri Rumah Tangga Tenun Ulos Di Kota Pematangsiantar: Factors Affecting Revenue in Ulos Household Industry in Pematangsiantar City

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia, modal kerja, jam kerja, dan inovasi produk terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei lapangan dan wawancara langsung dengan responden. Model analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan jumlah responden sebanyak 160 responden. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwah secara parsial variabel modal kerja, jam kerja dan inovasi produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun, sedangkan variabel usia pengrajin tidak memilki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan industri rumah tangga pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar. Dalam peranan peningkatan pendapatan pengrajin tenun ulos di Kota Pematangsiantar inovasi produk turut berperanan meningkatkan pendapatan para pengrajin tenun ulos Kata kunci: Industri Rumah Tangga, Pendapatan, Tenun Ulos, Ekonomi Kreatif
Suggested For You
Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This academic journal is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon