Recently Published
Most Viewed
Journal article

Penerapan Layanan Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bagi Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar pada Kelas X4 SMA Negeri 1 Sukasada Tahun Pelajaran 2013/2014

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatanprestasi belajar bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar pada siswa kelas X4 SMA Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan bimbingandankonseling(action research). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.Objek dalam penelitian ini adalah kesulitan belajar mata pelajaran Fisika. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X4 yang berjumlah 8 orang yang mengalami kesulitan belajar. Hasil tersebut diperoleh dari test hasil belajar siswa. Selain menggunakan test hasil belajar, metode pengumpulan yang dilakukan menggunakan observasi dan wawancara. Pada siklus I terjadi peningkatan prestasi belajar siswa namun belum optimal karena siswa belum mampu meningkatkan prestasi belajarnya sesuai KKM yang sudah ditentukan sekolah oleh karena itu 8 siswa tersebut diberikan bimbingan pada siklus II. Pada siklus II setelah diberikan bimbingan kembali 8 siswa tersebut sudah mampu meningkatan prestasi belajanya dilihat dari test hasil belajar 8 siswa tersebut mampu meningkatkan prestasi belajanya sesuai dengan KKM yang sudah ditentukan oleh sekolah yaitu 76. Dengan demikian, penerapan layanan bimbingan belajar efekif dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar kelas X4 X4 SMA Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : bimbinganbelajar, kesulitanbelajar This study aims to determine the improvement of learning achievement for students who have difficulty learning in grade students of SMA Negeri 1 Sukasada X4 academic year 2013/2014. The research was conducted in the second semester of academic year 2013/2014. This research includes guidance and counseling action research (action research). This study was conducted in two cycles. Objects in this study is the difficulty of learning the subjects Physics. Subjects in this study were X4 graders who totaled 8 people with learning difficulties. The results obtained from the test results of students' learning. In addition to using the test results to learn, method of collection is done through observation and interviews. In the first cycle, an increase in student achievement but not optimal because the students have not been able to improve the academic achievement that have been determined in accordance KKM school therefore 8 students are given guidance on the second cycle. In the second cycle after re-8 students are given guidance has been able to increase achievement belajanya seen from the test results of the study 8 students were able to improve performance in accordance with KKM belajanya that has been determined by the school is 76. Accordingly, application of tutoring services efekif done to improve achievement learning for students who have difficulty learning classes X4 X4 SMAN 1 Sukasada academic year 2013/2014. keyword : tutoring, learning difficulties
Journal article

Penerapan Konseling Kognitif dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Singaraja

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling kognitif dengan teknik restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan resiliensi siswa pada siswa kelas XI IPA 1 SMA negeri 3 Singaraja tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling, yang dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Singaraja yang berjumlah 24 orang siswa, sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 4 orang siswa. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, digunakan alat pengumpulan data berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara sebagai alat pengumpulan data komplementer serta kuesioner sebagai alat pengumpulan data utama. Data yang diperoleh dari responden dikumpulkan dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian resiliensi siswa pada prasiklus adalah 92,5 (resiliensi rendah). Setelah dilaksanakan tindakan siklus I pencapaian resiliensi meningkat menjadi 152,25 (resiliensi tinggi). Selanjutnya setelah tindakan siklus II dilakukan, pencapaian resiliensi siswa mencapai 161,65 (resiliensi sangat tinggi). Keempat siswa yang mendapatkan tindakan konseling kognitif dengan teknik restrukturisasi telah mampu memperoleh skor resiliensi lebih ≥ 160. Berdasarakan hasil uji hipotesis yang dilakukan diperoleh thitung > ttabel ini berarti Ho diterima. Jadi dapat dismpulkan bahwa penerapan konseling kognitif dengan teknik restrukturisasi kognitif dapat meningkatkan resiliensi siswa. Kata Kunci : konseling kognitif, restrukturisasi kognitif, resiliensi This study aims to determine the application of cognitive counseling with cognitive restructuring techniques to improve the resilience of students in class XI IPA 1 3 SMA Doctrine Singaraja year 2013/2014. This research is an action research guidance and counseling, which is conducted in two cycles, and each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation and reflection. Subjects in the study were students of class XI IPA 1 SMAN 3 Singaraja consisting 24 students, while the sample in this study consists of 4 students. To collect the necessary data, use data collection devices such as observation and interview guides as complementary data collection tools and questionnaires as the main data collection tool. Data obtained from respondents was collected and analyzed by quantitative descriptive analysis techniques. Results showed resilience student achievement on prasiklus is 92.5 (low resilience). After the first cycle achievement measures implemented resilience increased to 152.25 (high resilience). Furthermore, after the second cycle is done, the achievement of students achieving resilience 161.65 (high resilience). These four students who received counseling measures of cognitive restructuring techniques have been able to gain more resilience scores ≥ 160. Based on the results of hypothesis tests conducted obtained t> t table means Ho is accepted. So can dismpulkan that the application of cognitive counseling with cognitive restructuring techniques can enhance the resilience of students. keyword : cognitive counseling, cognitive restructuring, resilience
Suggested For You
Journal article

Efektivitas Konseling Analisis Transaksional dengan Teknik Kursi Kosong untuk Meningkatkan Kemandirian dalam Mengambil Keputusan Siswa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling Analisis Transaksional dengan teknik Kursi Kosong untuk meningkatkan kemandirian dalam mengambil keputusan siswa kelas XI IB1 SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner dan diuji dengan menggunakan statistic t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling Analisis Transaksional dengan teknik Kursi Kosong efektif untuk meningkatkan kemandirian dalam mengambil keputusan siswa, hal ini dapat dilihat dari analisis t-test yang menunjukkan nilai thitung > ttabel (26.243 > 3.182), N = 4 dengan taraf signifikansi 5%.Kata Kunci : Konseling Analisis Transaksional dan Kemandirian The aim of this research was to determine the effectiveness of Transactional Analysis counseling with Empty Chair technique to increase independence in making decisions IB1 class XI student of SMA Negeri 1 Sawan. This research is a pre-experimental research design with One Group Pretest-Posttest Design. The method of data collection which was used in this research was a questionnaire method and tested using t-test statistics. The result of this research indicate that Transactional Analysis counseling with Empty Chair effective to improve students' independence in decision making, it is shown from the t-test analysis shows the value of tarithmetic > ttable (26,243 > 3,182), N = 4 with a significance level of 5%.
Read more articles