Recently Published
Journal article

Analisis Saluran Pemasaran Kopi di Desa Bangunkarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran

Dampak Layanan Online Food Delivery terhadap Pendapatan Usaha Kuliner di Bandar Lampung pada Masa Pandemi Covid-19

Peran Kelompok Tani terhadap Produktivitas Usahatani Padi Sawah di Desa Palakahembi Kecamatan Pandawai

Journal article

Komersialisasi Usahatani Cabe Jawa (Piper Retrofractum) Di Madura

Journal article

Analisis Nilai Tambah Home Industry Bawang Goreng “Miji-Miji Food” Kabupaten Gresik

Journal article

Adopsi Inovasi Internet pada Pemasaran Padi di Desa Iker-iker Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik

Journal article

Komersialisasi Usahatani Cabe Jawa (Piper Retrofractum) Di Madura

Journal article

Analisis Nilai Tambah Home Industry Bawang Goreng “Miji-Miji Food” Kabupaten Gresik

Journal article

Adopsi Inovasi Internet pada Pemasaran Padi di Desa Iker-iker Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik

Most Viewed
Journal article

Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung)

Desa Lebakmuncang merupakan salah satu desa wisata yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung – Jawa Barat melalui SK Bupati Kabupaten Bandung – Jawa Barat. Desa Wisata Lebakmuncang mengalami kendala dalam menjalankan desa wisata nya yaitu jumlah wisatawan yang berkunjung terus mengalami penurunan sehingga pendapatan masyarakat setempat hanya dari bertani, berdagang, dan beternak saja. Diperlukan suatu strategi pengembangan yang diterapkan Desa Wisata Lebakmuncang agar mendapatkan strategi yang cocok dengan menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).
Journal article

Analisis Nilai Tambah Agroindustri Keripik Singkong (Studi Kasus Sentra Produksi Keripik Singkong Pedas di Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi)

Banyaknya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Indonesia membuka peluang bagi para pengusaha untuk mengusahakan keripik singkong menjadi USAha yang dapat meningkatkan nilai tambah ubi kayu. Kota Cimahi merupakan salah satu daerah sentra produksi keripik singkong, yang bertempat di Kampung Pojok-Kademangan, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan agroindustri pengolahan keripik singkong, nilai USAha dan nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan ubikayu menjadi keripik singkong. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan teknik studi kasus. Analisis data terdiri dari analisis nilai USAha, analisis nilai tambah dengan metode Hayami dan deskriptif dengan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan keripik singkong masih menggunakan peralatan yang relatif sederhana dan rata-rata merupakan industri kecil. Pemasaran keripik singkong dilakukan oleh pengusaha yaitu pengusaha langsung menjual keripik singkong kepada konsumen, selain itu melalui pedagang grosir lalu ke pedagang-pedagang pengecer kemudian ke konsumen. Hasil analisis nilai USAha menunjukkan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh USAha keripik singkong di Sentra Produksi Keripik Singkong Pedas Cimahi sebesar Rp4.598.410,53 dengan rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp5.955.600,00 dan rata-rata pendapatan/keuntungan yang diterima pengusaha keripik singkong adalah sebesar Rp1.393.585,30 dalam satu kali produksi. Hasil analisis efisiensi USAha menunjukkan bahwa rata-rata R/C rasio yang didapatkan adalah 1,30. Yang artinya agroindustri keripik singkong sudah efisien atau layak karena sudah melebihi angka 1,00. Rata-rata nilai tambah diterima pada USAha keripik singkong sebesar Rp5.232,18 per kilogram dengan rasio nilai tambah terhadap nilai output rata-rata sebesar 23,76% per proses produksi. Rasio nilai tambah ini termasuk dalam nilai tambah tersebut termasuk dalam kategori sedang karena berada diantara 15-40% berdasarkan pernyataan Hubeis.
Suggested For You
Journal article

Analisis Pendapatan Dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Kedelai Di Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Analysis of Income and Household Welfare of Soybean Farmers in Jatiwaras District, Tasikmalaya Regency, Jawa Barat Provinces)

Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah pengembangan kedelai yang diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras, dalam 1 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 42 orang petanikedelai. Parameter penelitian meliputi 11 indikator tingkat kesejahteraan menurut BPS dalam SUSENAS 2007, yaitu: pendapatan, pengeluaran, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota rumah tangga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan memasukan anak kejenjang pendidikan, kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi, kehidupanberagama, rasa aman, dan kemudahan berolahraga. Berdasarkan 11 indikator BPS dalam SUSENAS 2007 nilai kesejahteraan rumah tangga petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras adalah 30,85. Hal ini dikategorikan dalam kesejahteraantinggi yang artinya rumah tangga petani kedelai keadaan pendapatan, pengeluaran, kesehatan, tempat tinggal, dan fasilitas-fasilitas penunjang sudah memenuhi kebutuhan dengan layak.
Read more articles
Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This academic journal is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon