Recently Published
Journal article

Pembelajaran Berpidato Bahasa Bali dengan Pendekatan Komunikatif pada Siswa Kelas VIII B5 SMP N 4 Singaraja

Most Viewed
Journal article

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Rendang

Oleh Made Sri Yuli Astuti ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memeroleh perangkat pembelajaran matematika realistik yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), buku siswa, lembar kegiatan siswa (LKS), dan buku petunjuk guru. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut mengikuti prosedur Plomp yang meliputi lima tahap, yaitu: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, serta (5) implementasi. Namun, dalam penelitian ini tidak dilaksanakan sampai implementasi sehingga hasilnya berupa prototipe final perangkat pembelajaran yang siap diimplementasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah mempunyai nilai validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang tinggi. Hal ini terlihat dari pendapat validator, respons guru, respons siswa, dan hasil uji coba lapangan. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, pendekatan pembelajaran realistik dapat meningkatkan aktivitas siswa sehingga prestasi belajar siswa lebih baik. Dari hasil tersebut disarankan agar pembelajaran matematika di Sekolah Dasar menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik. Guru hendaknya juga mengembangkan perangkat pembelajaran melalui kerja sama dengan pakar dan peneliti di bidang pendidikan matematika. Kata kunci: perangkat pembelajaran, matematika realistik, prestasi belajar DEVELOPINGREALISTIC MEDIA FOR TEACHING MATHEMATICS TO IMPROVE PRIMARY SCHOOL STUDENTS' ACHIEVEMENT IN RENDANG DISTRICT by Made Sri Yuli Astuti ABSTRACT This study aims at developing the Realistic Mathematic Education lesson plans, student handbooks and worksheets, and teacher's instruction guide. Plomp's development procedure was applied to conduct the study which covers the five stages, namely: (1) preliminary investigation, (2) design, (3) realization/construction, (4) test, evaluation, and revision as well as (5) implementation. For the purpose of the study, only the four stages were carried out. As the result, a ready use prototype of instructional materials was produced. The result of the study shows that the instructional materials which had been developed, perform high validity, practicality, and effectiveness. It can be seen from the result of the validation review, teacher and student's responses, and the result of the try out. The try out result shows that students were highly involved in teaching and learning activities that affect their high achievement. Considering the good result of the try out, it is suggested that the realistic mathematic education should be implemented in teaching Mathematics in primary school. Moreover, the primary school teachers should work in cooperation with experts to develop realistic mathematics education instructional materials.
Journal article

Analisis Bentuk, Fungsi dan Makna Lelakaq dalam Acara Sorong Serah pada Ritual Pernikahan Adat Sasak

Lelakaq adalah ungkapan tradisional yang menyerupai pantun, terdiri dari empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi yang biasa di gunakan dalam adat tradisional suku Sasak.Lelakaq bertujuan untuk menyampaikan pikiran masyarakat yang tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu, khususnya dalam acara sorong serah pada ritual pernikahan adat sasak. Penelitian ini adalah tentang kajian terhadap lelakaq yang merupakan ungkapan tradisional. Masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan bentuk, fungsi dan makna lelakaq.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana berdasarkan teori pragmatik semantic ( Kempson 1984) Data penelitian ini diperoleh melalui observasi,wawancara dan analisis dokumen yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif (Miles & Huberman 1994).Kajian bentuk yang meliputi tipologi, diksi, dan stilistika yang mengungkapkan beberapa pokok persoalan yang berkaitan dengan aspek fungsi dan makna lelakaq. Fungsi lelakaq dalam Sorong Serah adalah sebagai mencakup fungsi imformasional,Expresif,Direktif,Estetik dan Fatik . Adapun analisis makna lelakaq menunjukan bahwa lelakaq mempunyai makna pragmatik,yaitu makna lokusi,ilokusi dan perlokusi(Kempson,1984) Sedangkan makna semantic lelakaq adalah: makna konsepsional, konotatif, sosial, afektif, reflektif, kolokatif, dan makna tematik. Menurut ( Leech 1981).Kata Kunci : Lelakaq,Analisis wacana,Sorong serah . Lelakaq is a traditional expression which is similar to traditional poetry that consists of four lines, the first line being sampiran and the others are contents its usually used in sasak traditional ceremony. Lelakaq aim to communicate society thought which rises and develops from day to day especially when the process of sorong serah sasak ritual.This research inspect on lelakaq which is used as traditional expression.In this study the discussion is limited to looking at the form,function and meaning of lelakaq. The research use the discourse analysis based on the semantic Kempson(1984)speech act Searle(1969) and pragmatic meaning in lelakaq. The methology used in this research by observation, interview and analysis documents than analyzed by using interactive data.The result of the research conclude that Lelakaq in Sorong Serah have form, function and meaning.The form of lelakaq include the typology, diction and stylistic that expression that correlation with the form,function and meaning of lelakaq. Functions of Lelakaq in Sorong Serah are: As Entertainment, tool of education, cultivation of moral value, medium fastener of brotherhood and advice.The analysis of meaning,in term of pragmatic meaning as proposed by Kempson(1984) are locution, illocution and perlocution meaning,while the semantic meaning as proposed by leech(1981)are conceptual, connotative, social, affective, reflective, collocative and thematic meaning.
Suggested For You
Journal article

Pengembangan Modul Fisika Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X Semester 2 di Smk Negeri 3 Singaraja

Penelitian pengembangan ini bertujun menghasilkan produk berupa modul fisika kontekstual untuk peserta didik kelas X semester 2 di SMK Negeri 3 Singaraja yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran fisika.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan model pengembangan De geng. Langkah-langkah pengembangan nya adalah sebagai berikut. 1) analisis tujuan dan karakteristik bidang studi; 2) analisis sumber belajar; 3) analisis karakteristik pebelajar; 4) menetapkan tujuan belajar dan isi pembelajaran; 5) menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran; 6) menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran; 7) mene tapkan strategi pengelolaan pembelajaran; dan 8) pengembangan prosedur pengu kuran hasil pembelajaran. Validasi draft mencakup 1) uji ahli isi dan media pembelajaran; 2) uji ahli desain pembela jaran; 3) uji siswa perorangan; 4) uji siswa kelompok kecil; dan 4) uji lapangan. Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa modul fisika kontekstual yang dikembangkan sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain untuk uji ahli desain pembelajaran memper lihatkan bahwa ahli desain memberikan tanggapan sangat baik dengan persentase 90%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji siswa perorangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tangga pan sangat baik sebanyak 33,3%, baik sebanyak 66,7 %, dan sebanyak 0% untuk kategori cukup, kurang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji siswa perorangan sebesar 91% terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji kelom pok kecil memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik sebanyak 22,2%, baik sebanyak 66,7%, cukup sebanyak 11,1% dan sebanyak 0% untuk kategori kurang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji kelompok kecil sebesar 85% terletak pada kualifikasi baik. Hasil tangga pan pendidik untuk uji lapangan memper lihatkan bahwa pendidik memberikan tanggapan baik dengan persentase 83%. Hasil tanggapan peserta didik untuk uji lapangan memperlihatkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan sangat baik sebanyak 55%, baik sebanyak 45%, dan sebanyak 0% untuk kategori cukup, ku rang dan sangat kurang. Hasil persentase keseluruhan peserta didik untuk uji lapangan sebesar 90% terletak pada kualifikasi sangat baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil sig sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest peserta didik. Nilai rata-rata pretest (Mean=75,17, Standard Deviation=9,03) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata posttest (Mean = 30,21, Standard Deviation = 7,75).
Journal article

Pengaruh Model Pembelajaran Master dan Asesmen Autentik terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Payangan.

Journal article

Pengembangan Modul Biologi Bermuatan Perubahan Konseptual untuk Siswa Kelas X Semester 2 di SMA Negeri 2 Singaraja

Journal article

Pengaruh Pembelajaran Scaffolding terhadap Keterampilan Menulis Teks Recount Berbahasa Inggris dan Kreativitas Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Manggis

Journal article

Implementasi Model Pembelajaran Quantum Learning dalam Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X SMKN 1 Abang

Journal article

Pengembangan Bahan Ajar IPS Berorientasi IPS Terpadu untuk Siswa SMP Kelas VII.

Read more articles