Recently Published
Journal article

Efektifitas Posisi Miring dengan Posisi Setengah Duduk terhadap Lama Persalinan Kala II

Empat komplikasi penyebab langsung kematian ibu di dunia yang tertinggi adalah karena partus lama sebanyak 1270 kasus kejadian (24,5%), perdarahan 601 kasus (11,6%), infeksi 485 kasus (9,3%) dan kejang 166 kasus (3,2%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas posisi miring dan setengah duduk pada ibu bersalin terhadap lama persalinan kala II di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko Kabupaten Padang Pariamantahun 2019. Penelitian yang dilakukan bersifat pra-eksperimental desain atau quasi eksperimen dengan jenis post test with design two eksperiment. Penelitiandilakukan di di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko. Populasi penelitian ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko yang berjumlah 16 orang. Sampel diambil secara total sampling. Pengumpulan data melalui observasi dengan partograf dan dianalisis secara uni variat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata lama persalinan kala II pada ibu bersalin dengan posisi miring adalah 13,12 menit, dan rata-rata lama persalinan kala II pada ibu bersalin dengan posisi setengah duduk adalah 18,50 menit. Ada Efektifitas antara lama persalinan kala II dengan posisi miring dan posisi setengah duduk di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko Kabupaten Padang Pariaman tahun 2019 dengan p value 0,034. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada Efektifitas antara lama persalinan kala II dengan posisi miring dan posisi setengah duduk. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk merencanakan persalinan dengan menyarankan memilih posisi miring sehingga persalinan kala II berlangsung dengan cepat.
Most Viewed
Journal article

Hubungan Ketergantungan Smartphone dengan Kecemasan (Nomophobia)

Ponsel atau telepon genggam merupakan alat komunikasi yang paling popular di era sekarang ini. Mahasiswa menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi dan hiburan untuk menghindari stress. Penggunaan smartphone berlebihan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan ketergantungan. Ketergantungan smartphone memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas hidup dan kesehatan seperti kecemasan (Nomophobia). Dari hasil penelitian Pew Research Center's tahun 2014 didapatkan 90% dari populasi dewasa Amerika serikat memiliki smartphone. Emarketer mempublikasikan jumlah pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia yaitu pada tahun 2018 terdapat 83,5 juta pengguna smartphone dan diperkirakan tahun 2019 yang akan datang terdapat 92 juta lebih pengguna smartphone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan ketergantungan smartphone terhadap kecemasan (nomophobia) pada mahasiswa S1 Keperawatan Stikses Piala Sakti Pariaman. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional, penelitian ini di lakukan di STIKes Piala Sakti Pariaman pada tanggal 20 September s/d 27 September 2018. Pengambilan sampel di lakukan dengan teknik Random Sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Alat pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan kuesioner ketergantungan smartphone dan kuesioner kecemasan (nomophobia) pada mahasiswa. Analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan chi-square. Pada hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang bermakna antara ketergantungan smartphone dengan kecemasan (nomophobia) pada mahasiswa program studi S1 keperawatan stikes piala sakti pariaman tahun 2018 dengan p value 0.002< 0,05. Hendaknya dalam menggunakan smartphone harus lebih bijak dan bisa mengatur waktu sehingga tidak mengalami nomophobia. Gunakan smartphone untuk hal-hal positif seperti mencari data atau materi mengenai perkuliahaan ataupun pengetahuan lain
Journal article

Pengaruh Terapi Bermain Puzzle terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah

Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia 3-6 tahun. Pada masa ini, diperlukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, dimana panca indera dan sistem penerimaan rangsangan serta proses memori harus siap sehingga anak mampu belajar dengan baik, proses belajar pada masa prasekolah adalah dengan cara bermain. Kemampuan kognitif dalam proses pembelajaran, anak lebih sering menggunakan permainan yang menyenangkan agak anak dapat mengeksplor kreativitasnya dengan cara belajar sambil bermain. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Perkembangan Kognitif Usia Prasekolah di TK/TPQ Plus Hidayatullah. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan penelitian Quasi Eksperimental Design One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian sebanyak 30 murid dengan Purposive Sampling. Metode analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kelompok sebelum dan sesudah Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukan p value perkembangan bahasa 0,02, p value perkembangan motorik halus 0,014, p value perkembangan sosial 0,008, dan p value menggunakan lembar observasi 0,025 dengan standar p value < 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh kelompok sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain puzzle.
Journal article

Perilaku Keluarga dalam Swamedikasi Obat Herbal

Suggested For You