Recently Published
Journal article

Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Lebah Kelulut di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Perencanaan Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut di Kepulauan Karimunjawa

Strategi Peningkatan Kualitas Air Sungai: Studi Kasus Sungai Sani

Kinerja dan Potensi Daerah Irigasi di Kabupaten Pati

Hubungan Status Gizi dan Status Hidrasi dengan Fungsi Memori Jangka Pendek Anak Usia Sekolah

Journal article

Penggunaan Salam Smart dalam Meningkatkan Kesehatan Mental dan Penerapan Protokol Kesehatan pada Kelompok Pengajian

Journal article

Morfologi dan Citra Kota Kawasan Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati

Journal article

Pandemi COVID-19: Dampak Kesehatan, Ekonomi, & Sosial

Journal article

Penggunaan Salam Smart dalam Meningkatkan Kesehatan Mental dan Penerapan Protokol Kesehatan pada Kelompok Pengajian

Journal article

Morfologi dan Citra Kota Kawasan Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati

Journal article

Pandemi COVID-19: Dampak Kesehatan, Ekonomi, & Sosial

Most Viewed
Journal article

Faktor Risiko Penyakit Filariasis (Kaki Gajah)

ENGLISHFilariasis is a chronic infectious disease caused by filarial worms and transmitted through mosquito's bites. Filariasis has a large social and economic impact. The purpose of the paper is to explain the risk factors of filariasis transmission, regarding environmental factors, community behaviour, and socio-economic factors. The study used systematic review method. The data comprised eight studies published in electronic journals. The ORs of those studies were analyzed to determine the strength of the risk factors. The result showed: The environmental factors of filariasis transmission were: (1) The prevalence of mosquito habitat surrounded the house; (2) Ventilation without wire mesh; (3) Hanging good practices; and (4) Poor environmental sanitation. The community behavior factors that increased the filariasis transmission were (1) the habit of going out at night; (2) The use of mosquito repellent; (3) The use of mosquito nets while sleeping; and (4) well-covered clothing practices. Socioeconomic factors related to filariasis risk was occupation. INDONESIAFilariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan cacing filaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Filariasis menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar. Tujuan penulisan adalah membahas faktor risiko penularan filariasis berdasarkan faktor lingkungan, perilaku masyarakat, dan sosial ekonomi. Penelitian menggunakan metode systematic review. Data yang digunakan data sekunder berupa hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal elektronik sebanyak delapan hasil penelitian. Besarnya risiko dari nilai Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian penyakit filariasis berdasarkan faktor lingkungan antara lain; (1) Adanya habitat nyamuk di sekitar rumah; (2) ventilasi tanpa kawat kasa; (3) adanya barang-barang bergantung terutama dalam kamar; (4) Sanitasi lingkungan yang buruk. Adapun faktor perilaku masyarakat yang meningkatkan risiko penularan filariasis antara lain; (1) kebiasaan keluar rumah pada malam hari; (2) penggunaan obat nyamuk; (3) tidur tanpa kelambu; (4) kebiasaan memakai baju dan celana panjang saat malam hari. Faktor sosial ekonomi yang berkaitan dengan risiko filariasis adalah jenis pekerjaan.
Journal article

Kualitas Air Irigasi Ditinjau dari Parameter Dhl, TDS, Ph pada Lahan Sawah Desa Bulumanis Kidul Kecamatan Margoyoso

ENGLISHAs a source of irrigation water supplies, river plays an important role in influencing the quality of irrigation water. If the river water is used as irrigation water has been contaminated, it is directly or indirectly affect agricultural production. Suwatu River polluted waste of industrial tapioca is used as a source of water supply for irrigation of paddy fields in the Bulumanis Kidul village, Margoyoso Pati Regency. This study aims to determine the quality of irrigation water in paddy fields Bulumanis Kidul village in terms of physical parameters include Electrical Conductivity (EC), Total Dissolved Solid (TDS) and the degree of acidity (pH). This research is a descriptive case study method. Sources of data in the form are primary data from observations and laboratory testing. The results showed that the parameters EC and TDS still meet the quality standards, for pH parameters, there are two locations that do not meet the requirements according to the Government Regulation No. 82 / 2001, for water class IV are location B and D. INDONESIASebagai sumber pasokan air irigasi, sungai memegang peranan penting dalam mempengaruhi kualitas air irigasi. Apabila air sungai yang digunakan sebagai air irigasi telah tercemar, maka secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi hasil produksi pertanian. Sungai Suwatu yang tercemar limbah industri tapioka digunakan sebagai sumber pasokan air irigasi bagi lahan sawah di Desa Bulumanis Kidul, Margoyoso Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air irigasi pada lahan sawah Desa Bulumanis Kidul ditinjau dari parameter fisik yang meliputi Daya Hantar Listrik (DHL), padatan terlarut total (TDS) dan derajat keasaman (pH). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Sumber data berupa data primer dari pengamatan dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter DHL dan TDS masih memenuhi baku mutu, sedangkan pada parameter pH, terdapat 2 lokasi yang tidak memenuhi persyaratan menurut PP No. 82 Tahun 2001 untuk air kelas IV yaitu lokasi B dan D.
Suggested For You
Journal article

Pemanfaatan Limbah Cair Pemindangan Ikan

ENGLISHThe enhancement number of boiled fish production will always followed by the increase of waste volume, especially wastewater that in the process will be dumped into the environment. Whereas, if it used with technology development varieties, boiled fish wastewater potentially produce new products. This is because the content of the materials in boiled fish wastewater that useful, such as proteins, fats, salts, and others. That's required an effort that is able to utilizing wastewater boiled fish, as well as to create new products from utilization results of the wastewater. This review aims to provide an overview about the use of wastewater boiled fish that has not been widely known and applied to the community, especially in coastal area of Pati Regency which related to the boiled fish industry. Boiled fish wastewater can be utilized as raw material for the manufacture of fish paste, animal feed and organic liquid fertilizer. INDONESIAPeningkatan jumlah produksi pemindangan ikan akan selalu diikuti dengan peningkatan volume limbah, terutama limbah cair yang dalam prosesnya akan dibuang begitu saja ke lingkungan. Padahal jika dimanfaatkan dengan berbagai pengembangan teknologi, limbah cair pemindangan ikan ini berpotensi menghasilkan produk-produk baru. Hal ini dikarenakan adanya kandungan bahan-bahan yang terdapat pada limbah cair pemindangan ikan yang bermanfaat, seperti protein, lemak, garam, dan lain-lain. Untuk itulah diperlukan suatu upaya yang mampu memanfaatkan limbah cair pemindangan ikan, sekaligus menciptakan produk-produk baru dari hasil pemanfaatan limbah cair tersebut. Review ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemanfaatan limbah cair pemindangan ikan yang belum banyak diketahui dan diterapkan pada masyarakat, terutama masyarakat di kawasan pesisir di Kabupaten Pati yang banyak berhubungan dengan industri pemindangan ikan. Limbah cair pemindangan ikan dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan petis ikan, pakan ternak dan pupuk cair organik.
Read more articles