Recently Published
Most Viewed
Journal article

Analisis Perbandingan Algoritma Rivest Shamir Adleman (Rsa) & Rivest Code 6 (Rc6) Dalam Keamanan Citra Digital

Citra digital merupakan satu media yang dapat disimpan pada media penyimpanan atau ditransmisikan melalui jaringan. Namun dalam transmisi dapat terjadi tindakan pencurian dan penyalahgunaan data yang merugikan pihak berkepentingan terhadap data tersebut. Untuk melindungi dan menjaga kerahasiaan sebuah citra digital digunakan metode kriptografi. Pada penelitian ini dibandingkan dua algoritma yaitu Rivest Shamir Adleman (RSA) dan Rivest Code 6 (RC6). RSA merupakan salah satu algoritma asimetris dimana kunci enkripsi dan dekripsi yang digunakan berbeda, sedangkan RC6 merupakan algoritma simetris dimana kunci yang digunakan sama. Berdasarkan pengujian,waktu operasi algoritma RC6 lebih cepat dari algoritma RSA. Untuk pengujian noise yang dilakukan RSA lebih dapat bertahan daripada RC6. Hasil pengujian RSA dapat bertahan pada noise gaussian dengan nilai mean 0,00001 dan varian 0,000001 mendapatkan nilai MSE 1252,98 dan PSNR 43,85 dB, sedangkan RC6 tidak dapat bertahan dengan noise ini. Kemudian untuk noise salt & pepper, RSA dapat bertahan pada nilai density 0,05 dengan nilai MSE 1256,66 dan PSNR 42,71 dB, sedangkan RC6 dapat bertahan pada nilai density 0,01 dengan nilai MSE 1108,85 dan PSNR 40,72 dB. Berdasarkan pengujian kompresi kedua algoritma ini sama-sama tidak tahan terhadap lossy compression, sedangkan untuk lossless compression kedua algoritma masih bisa bertahan yakni hasil dekripsi sama dengan citra asli.
Journal article

Rancang Bangun Robot Mobil dengan Sistem Navigasi Berbasis Odometry Menggunakan Rotary Encoder

Dewasa ini penelitian mengenai dunia robotika berkembang begitu pesat. Temuan – temuan baru tersebut justru memaksa para peneliti untuk selalu mencari dan menemukan cara efektif agar robot yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya berkaitan dengan proses pergerakan robot. Pada umumnya sistem navigasi robot memanfaatkan garis dan dinding yang tentunya membatasi pergerakan sebuah robot. Oleh karena itu metode odometry mulai dipakai untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Pada prinsipnya metode odometry memperkirakan posisi relatif terhadap posisi awal dalam bernavigasi sehingga memungkinkan pergerakan sebuah robot lebih leluasa. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan suatu sistem navigasi robot yang baik dengan menggunakan metode odometry. Pembacaan jarak tersebut dilakukan oleh robot dengan menggunakan rotary encoder. Data yang diterima oleh sensor dalam rotary encoder akan diproses oleh mikrokontroler untuk mengatur pergerakan robot sesuai program yang telah ditanamkan. Hasil dari penelitian ini adalah posisi robot dengan koordinat akhir tidak selalu mengikuti koordinat akhir yang diberikan. Penyebabnya karena kurang tepatnya pemilihan konstanta pengubah sehingga berpengaruh pada tingkat kepresisian gerakan robot. Tetapi secara umum robot dapat bernavigasi odometry dengan cukup baik. Adapun faktor lain yang juga pengaruh terhadap hasil akhir pergerakan robot yakni adanya getaran pada robot serta permukaan lintasan. Keduanya sangat mempengaruhi pembacaan jumlah pulsa pada rotary encoder sehingga mempengaruhi juga hasil dari perhitungan odometry pada robot.
Suggested For You
Journal article

Pengaruh Kabut Garam terhadap Kinerja Isolator 20 Kv Berbahan Polimer Resin Epoxy

This paper aim to know polymer isolator performance of epoksi resin 20 kV in condition of salt fog and compared to cleanness fog. Measurement done in a cloud chamber (Chamber Test) which its the temperature is arranged to become 3 level: low (00 - 250C), medium (250 - 350C) and height (350- 450C). And then is done measurement of good blowby current in condition of clean fog and also salt fog by taking polymer isolator sample in condition of cleanness and pollutant. Result of study indicates that isolator performance hardly influenced by condition of area of especially residing in coast area that is often foggy salt. In condition of clean fog without pollutant is obtained by examination of leaky current 20 uA at temperature 400, while at condition of salt fog 25 uA. Finally, in condition of light pollutant of rising blowby current becomes 21 uA at condition of cleanness while at condition of salt fog becomes 26 uA.
Journal article

Analisis Kualitas Layanan Jaringan Telkomsel Kabupaten Lembata

Journal article

Sistem Kontrol Rumah Berbasis Internet of Things (Iot) Menggunakan Arduino Uno

Journal article

Analisis Rugi-rugi Daya Jaringan Distribusi 20 Kv pada Sistem Pln Kota Kupang

Journal article

Analisis Kualitas Layanan Jaringan Telkomsel Kabupaten Lembata

Journal article

Sistem Kontrol Rumah Berbasis Internet of Things (Iot) Menggunakan Arduino Uno

Journal article

Analisis Rugi-rugi Daya Jaringan Distribusi 20 Kv pada Sistem Pln Kota Kupang

Read more articles