Recently Published
Most Viewed
Journal article

Toleransi Antarumat Beragama Dalam Pandangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang

Toleransi dan kerukunan antar umat beragama bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Kerukunan berdampak pada toleransi; atau sebaliknya toleransi menghasilkan kerukunan;keduanya menyangkut hubungan antar sesama manusia.Toleransi antar umat beragama tercermin pada tindakan-tindakan atau perbuatan yang menunjukkan umat saling menghargai, menghormati, menolong,mengasihi, dan lain-lain. Termasuk di dalamnya menghormati agama dan iman orang lain; menghormati ibadah yang dijalankan oleh orang lain; tidak merusak tempat ibadah; tidak menghina ajaran agama orang lain; serta memberi kesempatan kepada pemeluk agama menjalankan ibadahnya.Kebebasan beragama, menjadikan seseorang mampu meniadakan diskriminasi berdasarkan agama; pelanggaran terhadap hak untuk beragama; paksaan yang akan mengganggu kebebasan seseorang untuk mempunyai agama atau kepercayaan. Termasuk dalam pergaulan sosial setiap hari, yang menunjukkan saling pengertian, toleransi, persahabatan dengan semua orang, perdamaian dan persaudaraan universal, menghargai kebebasan, kepercayaan dan kepercayaan dari yang lain dan kesadaran penuh bahwa agama diberikan untuk melayani para pengikut-pengikutnya.
Journal article

Perkembangan Lembaga Agama Islam di Kotamadya Pontianak pada Akhir Abad ke 20

Artikel ini bertujuan mengungkapkan dan menjelskan masuk dan berkembangnya agama Islam serta perkembangan lembaga agama Islam. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yaitu menjelaskansuatu persoalan berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukan, bahwa masuknya agama Islam di Kalimantan Barat atau Kotamadya Pontianak khususnya bukanlah dibawa oleh suatu badan khusus dibawah naungan organisasi Islam, melainkan hanya merupakan kegiatan perorangan, mengajarkan dan menyampaikan ajaran-ajaran (da'wah) yang dilakukan sambil berdagang. Daerah pesisir utara Kalimantan Barat yang membujur dari Selatan ke utara yang meliputi daerah-daaerah Ketapang, Sukadana, Matan, Mempawah dan Sambas merupakan daerah-daerah yang pertam kali mendapat pengaruh agama Islam. Perekembangan selanjutnya menyusuri Sungai Kapuas, Sungai Landak terus masuk sampai kedaerah pedalaman. Pembawa pengaruh agama Islam ini adalah para pendatang (pedagang) dari Sumatera Selatan (Palembang), Jawa bahkan dari Brunei dan juga orang-orang asing dengan melalui perdagangan dan tidak melalui misi organisasi keagamaan. Masuknya Islam di Kotamadya Pontianak bersamaan dengan berdirinya Masjid Sultan Abdurrahman atau kerajaan Pontianak. Kerajaan Pontianak didirikan pada tahun 1771 oleh Syarif Abdurrahman, putera Al-Habib Husein, seorang ulama besar yang menurut sejarahnya berasal dari penduduk Kota Trim Hadralmaut negeri Arab. Perkembangan agama Islam juga dapat dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan lembaga-lembaga pengembangan Islam seperti alim ulama, masjid atau musalla dan organisasi-organisasi pengembangan Islam lainya.
Suggested For You
Journal article

Persekutuan Lima Ajatappareng di Sulawesi Selatan Abad Ke-16

Artikel ini bertujuan mengungkap dan menjelaskan latar belakang, proses pembentukan, dan dinamika persekutuan Lima Ajatappareng. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang menjelaskan suatu persoalan berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa persekutuan ini dibentuk dalam rangka menjalin kerjasama antarkerajaan untuk mewujudkan kesejahteraan dan ketenteraman di wilayah Ajatappareng. Pembentukan ini bukan hanya dilatari oleh meningkatnyapersaingan antarkerajaan dalam mengontrol perdagangan dan lahan pertanian, melainkan juga karena terjadinya penurunan ekspor seiring dengan meningkatnya permintaan luar atas barang-barang dari wilayah Ajatappareng. Persekutuan ini bukan hanya semakin mengukuhkan kedudukan Suppa sebagai bandar niaga komoditi ekspor terutama beras, tetapi juga melapangkan terbangunnya kekuatan maritim yang tangguh dan berhasil menaklukkan sejumlah daerah pesisir di sepanjang pantai barat Sulawesi. Itulah sebabnya bandar niaga ini semakin ramai didatangi oleh pedagang, termasuk pedagang Melayu sehingga Ajatappareng memiliki kedudukan penting dalam perdagangan maritim pada abad ke-16. Selain itu, perjanjian yang mendasari terbentuknya persekutuan ini juga mengandung nilai persaudaraan, kesetaraan, kebersamaan, toleransi, persatuan dan kesatuan.
Read more articles