Recently Published
Most Viewed
Journal article

Konsep Pertobatan Menurut 2 Korintus 7: 8-11

Repentance is the second thing we do after we believe and are baptized into Christ Jesus. Repentance means transforming the salvation every day and becoming a lifestyle of believers. Repentance will continue to perfect the image of God in us becoming more and more like God or Christ. And in the end the believers will be united in God (Theosis) by the grace of God. Therefore, the issue of repentance is important to discuss so that every believer can understand this doctrine and practically could do it in his life with Christ. Repentance always starts from sorrow or tears for the sins committed. This tears is the basis of the repentance described by the Apostle Paul in 2 Corinthians 7: 8-11. Then repentance and tears will continually purify our sinful nature to be like Christ likeness. This paper will study the theory or concept of repentance according to the Apostle Paul and will be supplemented by Patristic literature or the Fathers of the Church's concept.
Journal article

Pastoral Konseling Bagi Orang Sakit

Human life which is very complex with all its activities adds to the problems that must be faced which tend to plunge into pain and stress. The servants and administrators of the church today are not only required to be able to deliver the word of God, but also must be able to provide pastoralcounseling services. This study aims to examine and understand howpastoral counseling is for the sick. The method used is a qualitative methodor library research, with the research strategy analyzing various literatures related to the title of this paper. This research found, how pastoral counseling for sick people, so they can be helped and recovered from the disease they experienced. Services can be done in various ways such as, door-to-door visits, face-to-face meetings, which are carried out by thecounselor by: understanding (understanding attitude of the counselor), andResponding (giving constructive responses). Pastoral counseling for the sickwill be better if we remember that counselors take part in the work of Godand his body in this world to penetrate the isolation and alienation of thesick. Therefore, pastoral counseling will be better if we remember that thefocus of pastoral care is the person we are accompanying.
Suggested For You
Journal article

Pengukuhan Identitas Kesatuan “Bangsa” Israel (Studi Sosio-politik terhadap Kisah Penciptaan Sumber Y Kejadian 2:4b-25)

Teks-teks dalam Alkitab sering ditafsirkan hanya sebatas teks literal, misalnya narasi penciptaan.Secara konteks sejarah narasi penciptaan merupakan suatu kepentingan sebagai upaya mencari dukungan dan wujud identitas bangsa di tengah-tengah perkembangan politik. Untuk memahami perkembangan politik Israel dalam teks narasi penciptaan, maka penelitian ini dilandasi dengan metode kualitatif yaitu pendekatan eksegetis dan penafsiran modern yang mempergunakan ilmu-ilmu sosial dan juga politik; khususnya juga ilmu-ilmu arkeologi sebagai hasil-hasil penemuan untuk memperoleh “kebenaran” yang selama ini dicari dan digali dalam kepenulisan Perjanjian Lama. Ilmu sosial-politik menjadi penting dalam penulisan tesis ini disebabkan hasil yang diperoleh lebih dapat meyakinkan penulis bahwa sejarah penulisan Alkitab tidak terlepas dari sosial-politiknya, dengan bukti-bukti yang luas dari berbagai ilmu arkeologi yaitu artefak, inskripsi, dan literaturliteratur dari dunia Israel kuno sebagai sisa-sisa kultur material untuk menjelaskan sosial-politik kehidupan Israel mula-mula yang pernah ada.Kesimpulan dan rangkuman yang diperoleh dari penelitian ini adalah 1) penyusunan sejarah Israelsebenarnya tidak terlepas dari pengaruh para penulis pemerintah yang memiliki kemampuan dalam penulisan sejarah kuno dan kemampuan memahami situasi politik yang berkembang pada zamannya. 2) Kepentingan politik Daud berimplikasi kepada keutuhan dan kesatuan bangsa. 3) Kisah penciptaan dalam Kejadian 2:4b-25 telah menggambarkan tentang sejarah awal pembentukan identitas Israel sebagai bangsa yang bersatu dan meletakkan Israel dalam kerangka universal yang setara dengan kekuasaan-kekuasaan besar.
Read more articles