Recently Published
Most Viewed
Journal article

Perkembangan Hadis pada Masa Sahabat

Sudah menjadi konsesus umat Islam bahwa keberadaan hadis menjadi sumber penggalian hukum setelah al Qur'an, sebab sejatinya hadis merupakan penjelas terhadap makna-makna al Qur'an yang masih samar dan global(bayan at tafsi>r).Selain itu hadis juga berfungsi menjelaskan beberapa permasalahan hukum yang belum pernah dijelaskan sebelumnya oleh al Qur'an(baya>n at tasyri>').Sebab itu keberadaan hadis menjadi sangat pentingdan harus dijaga keotentikannya karena hadis harus terhindar dari berbagai tendesius, baik pribadi maupun kelompok. Sejak awal hadis telah dijaga dengan sungguh-sungguh, termasuk oleh para sahabat. Mereka adalah generasi pertama yang memiliki tanggung jawab menjaga hadis dari berbagai kesalahan dan kekeliruan. Hal ini bisa ditelusuri dari beberapa kebijakan yang diterapkan oleh al Khulafa>'u al Rashidu>n, mulai dari kebijakan yang diterapkan oleh Abu> Bakar as S{iddi>q, yang harus menghadirkan seorang saksi bagi siapapun yang meriwayatkan hadis sehingga bisa dibenarkan periwayatannya, begitu juga sahabat Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang juga menambahkan syarat sumpah bagi sahabat yang meriwayatkan hadis. Demikian bukan berarti mereka meragukan hadis sebagai sesuatu yang layak untuk dijadikan sebagai sandaran dalam penggalian hukum, justru sikap mereka yang membatasi periwayatan hadis dengan menerapkan beberapa kebijakan tersebut adalah bukti kesungguhan mereka dalam menjaga hadis sehingga keotentikannya tetap lestari dari berbagai pemalsuan dan kekeliruan. Maka tidak heran jika kita telusuri dalam kitab mus{thalah al hadis, perkembangan hadis pada masa sahabat disebut dengan istilah taqli>l al-riwayah wa al-tathabbut fi> al-riwa>yah (masa penyedikitan dan pembatasan periwayatan). Kata kunci: hadis, sahabat, taqli>l al-riwayah wa al-tathabbut fi> al-riwa>yah.
Journal article

Tafsir Klasik: Analisis terhadap Kitab Tafsir Era Klasik

Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, di dalamnya memuat pedoman hidup bagi semua manusia. Pedomanan hidup yang dijelaskan di dalam al-Qur'an tersebut masih sangat global dan umum, karena keumumannya inilah maka para ulama mencoba memahami serta menafsirinya dengan menggunakan berbagai metode dan caranya masing-masing. Proses ini memakan waktu panjang yang terbagi menjadi beberapa fase, yakni fase klasik hingga kontemporer. Tulisan dalam penelitian ini mengkhususkan pada masa era klasik, dimana karakteristik penafsiran yang dilakukan oleh para ulama tersebut menekankan pada sumber penafsiran, corak dan pendekatan yang digunakan.  Adapun penelaahan terhadap kitab karya ulama pada era klasik tersebut menekankan kepada empat kitab tafsir yakni: Tafsir Al-Jami' al Bayan Fi Tafsir al-Qur'an karya Al-Tabari, Tafsir Ahka>m al-Qur'an karya Al-Jashsha>sh. Tafsir al--Kashshaf karya Al-Zamakhshari dan tafsir Al-Qur'an al-Az}im karya Ibnu Katsi>r. Kata kunci: kitab tafsir, tafsir klasik
Journal article

Perkembangan Ilmu Hadis Periode Keempat dan Kelima

Journal article

Perkembangan Paradigma Epistemologi dalam Filsafat Islam

Journal article

Al-Dakhil dalam Tafsir

Journal article

Perkembangan Ilmu Hadis Periode Keempat dan Kelima

Journal article

Perkembangan Paradigma Epistemologi dalam Filsafat Islam

Journal article

Al-Dakhil dalam Tafsir

Journal article

Ajaran Tasawuf dalam Serat Wedhatama Karya K.G.P.A.A Mangkunegara IV

Journal article

Metode Tahfidz Al-Qur'an

Journal article

Memahami Otentisitas Konsep Tuhan;

Suggested For You
Journal article

Kekerasan terhadap Anak

Sering kali orang tua melakukan tindak kekerasan terhadap anak, meskipun tujuannya mendidik tapi kebanyakan orang tua salah langkah, akibatnya banyak sekali anak-anak yang mengalami trauma dan perkembangan anak menjadi memburuk akibat dari adanya kekerasan yang diberikan sewaktu mereka masih kecil. Banyak kebiasaan yang sering membahayakan bagi anak akan tetapi orang tua sering tidak menyadarinya,sehingga banyak sekali anak yang mendapat dampak yang buruk dari kebiasaan tersebut. Sebaiknya orang tua harus lebih hati-hati dalam mengambil sikap terhadap anak didiknya, dan hal ini sangat penting karna sangat berpengaruh bagi perkembangan anak kedepannya.meskipun kebanyakan orang tua banyak yang tidak sadar bahwa apa yang diberikan terhadap anak itu sangat berpengaruh bagi anak baik dari segi mental maupun fisiknya.
Read more articles