Recently Published
Journal article

Analisis Curah Hujan Sebagai Upaya Meminimalisasi Dampak Kekeringan Di Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2014

Journal article

Pengaruh Kebijakan Wajib Salat Berjamaah Terhadap Etos Kerja Pegawai Daerah Kabupaten Rokan Hulu

Journal article

Implementasi Fasilitas Halte Transjogja Berbasis Teknologi Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Transportasi Daerah YOGYAKARTA

Journal article

Analisis Curah Hujan Sebagai Upaya Meminimalisasi Dampak Kekeringan Di Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2014

Journal article

Pengaruh Kebijakan Wajib Salat Berjamaah Terhadap Etos Kerja Pegawai Daerah Kabupaten Rokan Hulu

Journal article

Implementasi Fasilitas Halte Transjogja Berbasis Teknologi Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Transportasi Daerah YOGYAKARTA

Most Viewed
Journal article

Pasta Zinc Oxide Sebagai Mild Astrigent Menggunakan Basis Amilum Singkong (Manihot Utilisima Pohl)

Zinc oxide merupakan suatu zat aktif yang memiliki aktivitas sebagai mild astringent dan UV protecting. Pasta Zinc Oxide ini dimaksudkan untuk menormalkan ketidakseimbangan fungsi kulit. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh konsentrasi amilum terhadap stabilitas fisik pasta zinc oxide. Pasta zinc oxide dibuat dengan mencampurkan zinc oxide, amilum, amilum 15% dan 20%. Evaluasi pasta yang dilakukan meliputi pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, organoleptis, dan homogenitas. Hasil yang diperoleh, pada formula I (amilum 15%) hasilnya lebih bagus dibanding formula II (amilum 20%). Suhu dan lama penyimpanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap stabilitas fisik pasta zinc oxide.
Journal article

Analisis Korelasi Antara Kadar Flavonoid Dengan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi-fraksi Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Terhadap Staphylococcus Aureus

Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui mengandung beberapa senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid bekerja sebagai antibakteri dengan beberapa mekanisme aksi, diantaranya menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi membran sitoplasma dan menghambat metabolisme energi dari bakteri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kadar bunuh minimum (KBM) ekstrak dan fraksi daun kersen terhadap S. aureus, untuk mengetahui aktivitas antibakteri yang paling besar dari ekstrak etanol dan masing-masing fraksi serta korelasi antara aktivitas antibakteri dengan kandungan flavonoid total. Serbuk sampel kering dimaserasi dengan etanol 96%. Ekstrak etanol dipartisi dengan fraksinasi cair-cair secara berturut-turut menggunakan heksan, etil asetat, dan air. Ekstrak etanol dan masing-masing fraksi kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. aureus dengan metode dilusi menggunakan media Mueller Hinton Broth (MHB) pada konsentrasi 20 mg/mL, 15 mg/mL, 10 mg/mL, dan 5 mg/mL. Sebagai kontrol pembanding digunakan antibiotik Seftazidim, pelarut DMSO, dan media MHB. Kuersetin digunakan sebagai standar pembanding dalam mengukur kandungan flavonoid total menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Analisis hasil dilakukan dengan membandingkan kadar flavonoid total dari ekstrak etanol dan masing-masing fraksi dengan KBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat merupakan fraksi yang paling aktif dengan KBM 0,312 mg/mL, sekaligus sebagai fraksi yang memiliki kadar flavonoid total paling besar yaitu sebesar 5,624 % QE. Analisis korelasi Pearson menunjukkan aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol dan masing-masing fraksi, 93% dipengaruhi oleh kandungan flavonoid total.
Suggested For You
Journal article

Uji Efek Antihiperglikemia Infusa Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir) Pada Mencit Swiss Jantan Yang Diinduksi Streptozotocin

The aim of this study is knowing the infusion effect of antihiperglicemia (Ipomoea reptan P.) to Swiss male mice which induced by streptozotocin (STZ) with blood glucose level and weight as measurement parameter. Swiss male mice's weight that used in this study are 20-30 gram. Thirty Swiss male mice divided into 6 groups (N=5) which is called as normal control group, positive control group will be given metformin 3,9mg/20gBW, negative control group will be given STZ during five days at dose 40mg/kgBW i.p and 3 treatment group will be given Ipomoea reptans infusion at dose 44,64mg/20gBW(P1), 89,28mg/20gBW (P2), 178,56mg/20gBW (P3) orally during 7 consecutive days from the 13th day to 19th day. Blood glucose levels and body weight Measurement will be done on day-0, day-13th, day-20th. The data taken has been analyzed by ANOVA and ANCOVA tests and the result has been compared between groups I, II, III and control group. Based on the data analyzed, there were no significant difference (p=0,05) between group I, II, III and control group. The result of this study showed that the average weight diabetic Swiss male mice compared with normal control weight increased 0.2grams/ day and the reduction in fasting blood glucose after being given Ipomoea reptans at dose 44,64mg/20gBB; 89.28 mg/20 gBB; mg/20gBB 178.56 consecutively 10.29%; 29.66%, -4.42%, 21.27%, 34.44%, 31.18%.
Read more articles
Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This academic journal is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon