Recently Published
Journal article

Agama di Ruang Publik: Relevansi Pengalaman Mistik Keagamaan Gerakan Kristen Pentakosta dalam Konteks Postmodern

Postmodern yang mencakup sebuah pemikiran baru, masa sejarah baru, produk budaya baru, dan suatu jenis teori baru tentang dunia sosial umumnya dipahami sebagai realitas yang memberikan tantangan-tantangan baru dalam wilayah agama khususnya agama Kristen. Beberapa penelitian sebelumnya cenderung mendukung pandangan ini. Namun pandangan demikian tidak sepenuhnya benar jika dikenakan pada perkembangan gerakan Kristen pentakosta yang memiliki kekhasan pada pengalaman-pengalaman mistik kegamaan. Dengan menggunakan teori agama diruang publik maka data-data bereputasi menunjukkan eksistensi dan perkembangan signifikan gerakan ini sejak awal kelahiran sampai sekarang yang secara faktual ada dalam konteks postmodern. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa pengalaman-pengalaman mistik keagamaan gerakan Kristen pentakosta relevan dalam konteks postmodern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Kristen pentakosta dengan kekhasan pada pengalaman-pengalaman mistik keagaamaan relevan dengan konteks postmodern yang telah menobatkan emosi sebagai instrumen untuk menemukan kebenaran. Oleh sebab itu gerakan keagaamaan yang memberikan penekanan pada pengalaman-pengalaman mistik keagamaan akan tetap eksis dalam konteks postmodern.
Journal article

Pelayanan Kenabian dalam Tubuh Kristus

Sejak awal penciptaan, Allah menunjukkan betapa Ia merindukan hubungan yang dekat dan senantiasa ingin berkomunikasi dengan manusia ciptaan-Nya. Pada saat manusia jatuh dalam dosa lalu kehilangan kemuliaan Allah dan kehilangan komunikasi langsung dengan Allah. Maka Allah mengirimkan nabi-nabi sebagai perantara-Nya untuk berbicara kepada manusia supaya mereka kembali kepada Dia dari jalan hidupnya yang jahat. Ada banyak pertanyaan di seputar pelayanan kenabian dan karunia bernubuat. Apakah pelayanan kenabian masih ada sampai hari ini? Apakah ada perbedaan antara pelayanan kenabian dengan karunia bernubuat? Apakah karunia bernubuat bermanfaat bagi tubuh Kristus? Penulis mengumpulkan fakta dari Alkitab dan mempelajari literatur yang berkaitan dengan hal ini. Penulis mengambil kesimpulan bahwa pelayanan kenabian masih dan harus ada sampai hari ini dan bernubuat adalah bagian dari pelayanan kenabian. Karunia bernubuat adalah karunia roh yang sangat relevan sampai hari ini dan bermanfaat untuk membangun jemaat jika di terapkan dengan protokol yang didasari dengan kebenaran firman. Since the beginning of the creation, God has shown His compassion to have intimate relationship and constant communication with His creation. When people sinned and fell short from the glory of God, they lost the direct communication with Him. God then, sent prophets as His agent to speak to the people in hopes they would return to Him from their wicked life. There are so many questions in regards to prophet office and the gift of prophecy. Is God still sending prophets to speak to His people? What is the difference between prophet office and the gift of the prophecy? What is the benefit of this gift of prophecy to the body of Christ? Facts from the Bible were compiled and the literature surrounding this subject matter has also been reviewed as reference. It is concluded that prophet office still and should exist today, and the gift of prophecy is one of many ministries under the prophet office. The gift of prophecy is the most relevant gift of the spirit to date and is beneficial to edify the body of Christ when applied with the correct protocol that is in line with the scripture.
Most Viewed
Journal article

Memaknai Kisah Ayub Bagi Orang Kristen dalam Menghadapi Penderitaan

Penderitaan bisa dialami bagi semua orang baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada anak-anak. Setiap orang ataupun keluarga pernah menghadapi tragedi hidupnya masing-masing, misalnya peristiwa kematian, sakit, krisis keuangan, penyakit, dan sebagainya. Dalam rangka merefleksikan penderitaan orang percaya, salah satu kitab yang menarik perhatian untuk dibahas adalah kitab Ayub. Kisah Ayub hingga kini masih tetap menjadi bahan pembicaraan ketika seseorang menghadapi penderitaan. Ayub adalah seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan dapat mengalami penderitaan yang begitu berat. Dengan pendekatan menggunakan metode analisis naratif terhadap kitab Ayub ini diharapkan orang percaya masa kini dapat memaknai penderitaan dengan bercermin dari pengalaman Ayub tersebut, dan selanjutnya penting melakukan refleksi diri. Tujuannya agar orang Kristen termotivasi untuk bertahan dalam iman, manakala berhadapan langsung dengan realitas penderitaan yang tak terhindari. Berdasarkan kajian analisis naratif terhadap kisah penderitaan Ayub maka diperoleh beberapa makna penderitaan sebagai refleksi bagi iman orang percaya, antara lain: pertama, bahwa orang Kristen tidak terlepas dari realitas penderitaan. Kedua: Iman orang Kristen akan diuji Tuhan. Ketiga: Tuhan adalah Tuhan yang Mahaadil, tidak ada kecurangan dalam diri-Nya. Keempat: Penderitaan orang Kristen ada dalam batas dan pengawasan Tuhan, sehingga tidak satu pribadi maupun kuasa apapun yang dapat menjamah orang percaya, jika tidak mendapat ijin-Nya. Kata-kata Kunci: Ayub, makna, penderitaan, refleksi, orang Kristen
Suggested For You
Journal article

Bersukacitalah Senantiasa Menurut 1 Tesalonika 5:16 dan Implikasinya Bagi Orang Percaya dalam Menghadapi Krisis Akibat Pandemi Covid-19

Kemunculan wabah covid-19 di seluruh dunia telah menimbulkan banyak permasalahan bagi umat manusia tanpa kecuali. Berbagai persoalan yang muncul akibat dari pandemi covid-19, membuat aktivitas kehidupan manusia menjadi kacau dan berubah drastis. Pemberlakuan pembatasan sosial di segala bidang dirasa sangat mempengaruhi kondisi manusiawi, baik secara jasmani dan rohani. Cepat atau lambat dampak dari pandemi ini mengakibatkan terjadinya krisis di berbagai hal dan tidak diketahui kapan pandemi akan berakhir. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologi Biblika mencakup pendekatan hermeneutik dengan tujuan memahami permasalahan yang sedang terjadi. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengingatkan orang-orang percaya agar tetap memelihara dan menjaga iman sehingga tetap memiliki sukacita dalam menghadapai krisis. Kesimpulannya bahwa essensi bersukacita di dalam Tuhan mengandung janji yang kekal, berdampak positif bagi kesehatan jasmani dan rohani orang percaya, tetap percaya pada kekuasaan Tuhan tidak akan merusakkan sukacita dalam menghadapi krisis, sebagaimana ajaran dan teladan Paulus bagi orang percaya. Kata kunci: bersukacita, krisis, percaya
Journal article

Studi Teologis Prinsip Penginjilan Paulus dalam 1 Korintus 9:16

Journal article

Pandangan Alkitab dan Sikap Orang Kristen terhadap Hoax

Journal article

Urgensi dan Model Penginjilan di Masa Pandemi Covid-19

Journal article

Mengajarkan Sikap Patriotisme melalui Pemaknaan Roma 9:3