Recently Published
Most Viewed
Journal article

Analisis Kadar Kafein dari Serbuk Teh Hitam, Teh Hijau dan Teh Putih (Camellia Sinensis L.)

Tea is classified into three type, which are black tea, green tea and white tea. Tea contains caffeine compound that can be beneficial and harmful for the body. Caffeine compound in tea can be separated by liquid extraction method using chloroform and addition of CaCO3. The determination of the caffeine content measured by UV spectrophotometry at 275 nm. Caffeine level is influenced by temperature and brewing time. The highertemperature and the longer brewing time, the level of caffeine in tea increase. The caffeine content of various types of tea from high to low level respectively are black tea powder, white tea and green tea with temperature of 95ᵒC and 10 minutes brewing time.
Journal article

Perbandingan Uji Deteksi Formalin pada Makanan Menggunakan Pereaksi Antilin dan Rapid Tes Kit Formalin (Labstest)

Formalin sering disalahgunakan sebagai bahan pengawet makanan. Hal ini jelas merugikan masyarakat karena meskipun penggunaannya sedikit tapi dalam jangka panjang dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Berbagai produk tes kit uji residu formalin ditawarkan di pasaran untuk memudahkan pihak yang berwenang, akademisi maupun masyarakat untuk mendeteksi kandungan formalin pada makanan dan minuman secara kualitatif. Untuk itu dibutuhkan suatu produk tes kit uji residu formalin yang dapat menguji keberadaan formalin pada makanan dengan cepat & akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan batas deteksi residu formalin pada makanan menggunakan pereaksi Antilin dan Rapid Test Kit Formalin merk Labstest. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menguji batas deteksi formalin pada larutan standar dengan variasi konsentrasi 0,01; 0,1; 1; 100 dan 1000 mg/L dan pada sampel makanan yang sebelumnya direndam dalam larutan standar formalin dengan konsentrasi tertentu menggunakan pereaksi Antilin dan Rapid Test Kit Formalin. Hasil pengujian dikatakan positif jika terjadi Perubahan warna ungu baik pada larutan uji yang dideteksi dengan pereaksi Antilin maupun Rapid Test Kit Formalin. Berdasarkan intensitas warna yang ditunjukkan oleh larutan uji dapat disimpulkan bahwa pereaksi Antilin dapat mendeteksi larutan standar formalin dengan konsentrasi yang lebih rendah dari pada pereaksi Rapid Test Kit Formalin. Sedangkan pada pengujian formalin pada makanan, baik pereaksi Antilin maupun Rapid Test Kit Formalin memiliki batas deteksi yang sama
Journal article

Identifikasi Senyawa Tanin pada Daun Kemuning (Murraya Panicullata L. Jack) dengan Berbagai Jenis Pelarut Pengekstraksi

Journal article

Pengaruh Hormon Indole Butyric Acid (IBA) dan 6-Benzyl Amino Purin (BAP) terhadap Induksi Kalus Piper Betle L. Var Nigra

Journal article

Kandungan Senyawa Kimia Daun Waru (Hibiscus Tiliaceus) di Kawasan Lingkar Timur Sidoarjo

Journal article

Identifikasi Senyawa Tanin pada Daun Kemuning (Murraya Panicullata L. Jack) dengan Berbagai Jenis Pelarut Pengekstraksi

Journal article

Pengaruh Hormon Indole Butyric Acid (IBA) dan 6-Benzyl Amino Purin (BAP) terhadap Induksi Kalus Piper Betle L. Var Nigra

Journal article

Kandungan Senyawa Kimia Daun Waru (Hibiscus Tiliaceus) di Kawasan Lingkar Timur Sidoarjo

Journal article

Pengaruh Lama Waktu Pengadukan terhadap Pengikatan Impuritis untuk Meningkatkan Kadar NaCl pada Garam Rakyat

Journal article

Identifikasi Kandungan Merkuri pada Beberapa Krim Pemutih yang Beredar di Pasaran (Studi Dilakukan di Pasar DTC Wonokromo Surabaya)

Journal article

Induksi Kalus Piper Retrofractum Vahl. dengan Zat Pengatur Tumbuh Auksin dan Sitokinin

Suggested For You
Journal article

Penggunaan Antibiotik Restriksi pada Pasien Apendiks Akut, Batu Ginjal dan Cedera Kepala Ringan (CKR) di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019

Tingginya prevalensi penyakit infeksi di Indonesia menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resiko terhadap resistensi antibotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik restriksi pada pasien apendiks akut, batu ginjal dan cedera kepala ringan (CKR) di bangsal bedah Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Manap Kota Jambi periode 2017 – 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang di analisa secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medis pasien apendiks akut, batu ginjal dan CKR yang mendapat terapi antibiotik sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 117 pasien didapatkan sebanyak 36 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Persentase penggunaan antibiotik restriksi terbanyak adalah ciprofloxacin (21,3%) sedangkan levofloxacin (9,4 %). Persentase antibiotik restriksi pada diagnosa apendiks akut yaitu (29%) di tahun 2017, (28%) tahun 2018 dan (31%) tahun 2019 pasien, untuk diagnosa batu ginjal (42%) tahun 2017, (54%) tahun 2018 dan (50%) tahun 2019, sedangkan diagnosa CKR (22%) tahun 2017, (16%) tahun 2018 dan (18%) tahun 2020. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penggunaan antibiotik terbanyak adalah ciprofloxacin 21,3%, persentase penggunaan antibiotik restriksi pada diagnosa apendiks akut, batu ginjal dan CKR terjadi peningkatan dan penurunan.
Read more articles
Take the red pill. Enhance your publishing experience.
This academic journal is powered by Neliti, a free website builder for academic content providers. Migrate your repository, journal or conference to Neliti now and discover a world of publishing opportunities. Migrate Now right-arrow-icon